Kamis , 25 April 2019
Home / Daerah / Lebong / Dua Kontraktor Diblacklist

Dua Kontraktor Diblacklist

Syarifuddin, S.Sos, M.Si

PELABAI – Akhirnya Pemkab Lebong menjantuhkan sanksi daftar hitam (blacklist) terhadap dua perusahaan yang tidak dapat menyelesaikan fisik pekerjaan tahun 2018. Adalah CV. Najwa Konstruksi, rekanan pelaksana pembangunan jembatan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya senilai Rp 1,8 miliar. Satu lagi, PT. Aurora Partner Group, rekanan pelaksana pembangunan jembatan gantung Air Ketahun Desa Karang Dapo Atas Rp 692 juta.

Tidak hanya perusahaan, kedua kontraktornya juga di-blacklist dari seluruh paket pengadaan barang dan jasa pemerintah selama 2 tahun dan berlaku skala nasional. Sanksi blacklist itu sesuai Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian, ST selaku Pengguna Anggaran (PA).

‘’SK sanksi blacklist itu diterbitkan Jumat, 5 April. Namun baru kami terima Sabtu, 6 April dan selanjutnya ditayangkan di LPSE Selasa, 9 April. Kami hanya memfasilitasi pengumuman blacklist di LPSE (layanan pengadaan secara elektronik, red),’’ kata Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kabupaten Lebong, Syarifuddin, S.Sos, M.Si kepada RB, Rabu (10/9).

Dijelaskannya, pelayangan blacklist terhadap dua persahaan di LPSE telah melewati proses verifikasi tim Bagian Layanan Pengadaan. Bahkan akun perusahaan bersangkutan telah dinonaktifkan. Konsekuensi bagi perusahan yang sudah diblacklist tidak bisa ikut pengadaan barang dan jasa di seluruh kementerian, lembaga, satuan kerja perangkat daerah serta institusi lainnya.

Sementara untuk pelaksanaan proyek sarana pendukung Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) senilai Rp 1,1 miliar yang juga dikerjakan CV. Najwa Konstruksi, belum diterbitkan SK blacklist oleh Dinas UPRHub. Termasuk paket pembangunan Pasar Modern Muara Aman senilai Rp 16,2 miliar oleh PT. Bumi Putri Silampari yang juga tidak selesai, proses blacklistnya belum final.

‘’Kedua paket yang itu juga pernah diusulkan blacklist. Namun kami belum menerima laporan dari Dinas PUPRHub terkait tindak lanjutnya. Intinya kami dari Bagian Layanan Pengadaan siap memfasilitasi penayangan sanksi blacklist ketika sudah ada SK dari dinas teknis,’’ tutur Syarifuddin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRHub Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian, ST belum berhasil dikonfirmasi. Pantauan RB, blacklist terhadap CV. Najwa Konstruksi diatur dalam SK PA Dinas PUPRHub Kabupaten Lebong Nomor 824/124/620/DPUPR-Hub/BM/IV/2019. Sedangkan blacklist terhadap PT. Aurora Partner Group diatur dalam SK PA Dinas PUPRHub Kabupaten Lebong Nomor 824/125/620/DPUPR-Hub/BM/IV/2019.

Dalam SK itu dijelaskan blacklist terhadap CV. Najwa Konstruksi karena progres pekerjaan jembatan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya baru 86,4 persen hingga kontrak murni dan batas perpanjangan kontrak berakhir. Begitu juga blacklist terhadap PT. Auora Partner Group karena progres fisik pekerjaan jembatan gantung Air Ketahun Desa Karang Dapo Atas hingga perpanjangan kontrak berakhir, pekerjaan baru mencapai 55,4 persen.(sca)

Berita Lainnya

Anggota Linmas MD Usai Pemilu

LEBONG SELATAN – Jika Kepahiang belakangan ini dihebohkan dengan ketua ranting partai politik (parpol) yang ...

error: Content is protected !!