Selasa , 23 April 2019
Home / Metropolis / Hari Ini, Verifikasi Lahan Jalan Tol

Hari Ini, Verifikasi Lahan Jalan Tol

BENGKULU – Tim persiapan pengadaan lahan jalan tol trase Kota Bengkulu-Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), menuntaskan sosialisasi tatap muka dengan Warga Terdampak Pembangunan (WTP). Ada sekitar 219 WTP, namun jumlah ini masih akan diverifikasi kembali oleh tim mulai hari ini.

Ketua Tim Persiapan Pengadaan Lahan, Hamka Sabri mengatakan tahapan selanjutnya verifikasi di lapangan dengan mengacu pada dokumen perencanaan awal. Dari dokumen perencanaan awal ada 270,98 hektare area (ha) lahan dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol trase pertama. Lahan ini harus diverifikasi terlebih dulu baik kepemilikan maupun tanam tumbuhnya. Hasil verifikasi akan menjadi bahan konsultasi publik dengan WTP.

“Bila WTP menyatakan persetujuannya, maka izin Penetapan Lokasi (penlok) jalan tol yang merupakan output dari tim persiapan pengadaan lahan akan diajukan kepada Gubernur Bengkulu untuk dikeluarkan SK Penlok,” ujar Hamka.

Sosialisasi langsung dengan WTP sudah dilaksanakan di 3 tempat, 8-10 April. Mulai tanggal 8 di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, lalu tanggal 9 di Talang Empat untuk Kecamatan Semidang Lagan dan Talang Empat. Terakhir kemarin (10/4) untuk WTP di Kecamatan Taba Penanjung dan Karang Tinggi di Aula Kantor Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Ada sekitar 219 undangan yang disebar kepada WTP, namun beberapa tidak hadir karena pemilik lahan bukan berdomisili di desa tersebut. “Verifikasi sekaligus pendataan lagi mulai besok (hari ini, red). Bisa jadi jumlah WTP yang terdata dengan kita itu berubah, bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil di lapangan nanti,” sambung Hamka.

Verifikasi data kepemilikan lahan dilapangan, terang Hamka akan melibatkan WTP. Ini sebagai upaya antisipasi untuk mencegah terjadi polemik termasuk bila nantinya ada saling klaim kepemilikan lahan maupun tanam tumbuh. Ditargetkan akhir April verifikasi tuntas, dan SK Penlok keluar Mei. Untuk kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pembebasan lahan oleh tim lainnya.

“Target kita Mei Penlok keluar, Insya Allah. Untuk status ganti untung terhadap lahan warga ini kita serahkan sepenuhnya kepada pihak BPN. Termasuk penentuan harga, baik itu untuk lahan maupun tanam tumbuhnya,” bebernya.

Berdasarkan dokumen perencanaan awal, pembangunan tol pertama di Bengkulu diawali dari seksi Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 km, Simpang Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Benteng membutuhkan luas tanah sekitar 270,98 hektare area (ha). Melalui 1 kota dan 1 kabupaten., 5 kecamatan dan 6 desa 1 kelurahan.

Kecamatan dilewati, yaitu Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, dan selebihnya kecamatan berada di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Terdiri dari Kecamatan Talang Empat dengan desa yang dilalui yaitu Air Sebakul, Padang Ulak Tanjung, dan Jumat. Kemudian Kecamatan Karang Tinggi dengan desa dilalui yaitu Desa Penanding, Kecamatan Taba Penanjung yaitu Desa Sukarami, dan Kecamatan Semidang Lagan yaitu Desa Lagan.

Ditargetkan pembebasan lahan tuntas Juni dan fisik pembangunan jalan tol untuk trase pertama ini bisa dimulai Juli. Terpisah, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Helmi Paman meminta agar pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa polemik.

Untuk itu kepada tim persiapan pengadaan lahan jalan tol, harus benar-benar memastikan kepemilikan lahan pada saat verifikasi dan pendataan di lapangan termasuk soal tanam tumbuh. Jangan sampai ketika sudah dibebaskan, ada pihak lain lagi muncul mengklaim atas kepemilikan lahan tersebut.

“Kita semua berharap pembanguna jalan tol ini bisa berjalan sukses tanpa polemik. Warga yang lahannya terkena pembangunan harus mendapatkan ganti untung, bukan ganti rugi,” demikian Helmi. (key)

Berita Lainnya

Honorer Pemprov Dapat THR

BENGKULU – Sama dengan PNS, honorer Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tahun ini juga mendapatkan Tunjangan ...

error: Content is protected !!