Sabtu , 20 April 2019
Home / Daerah / Kepahiang / KSPSI Lapor Saber Pungli

KSPSI Lapor Saber Pungli

KEPAHIANG – Terkait polemik yang terjadi antara PT Trisula Ulung Mega Surya (TUMS) dengan sejumlah karyawannya, membuat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kepahiang akhirnya angkat suara. Bahkan DPC KSPSI Kabupaten Kepahiang berencana akan melaporkan manajemen PT TUMS ke Saber Pungli Kabupaten Kepahiang, dengan dugaan pemotongan liar atas pesangon karyawan yang diberhentikan.

Diungkapkan Sekretaris DPC KSPSI Kepahiang, R Najamudin, indikasi potongan liar tersebut terjadi dalam perjanjian pemutusan hubungan kerja karyawan. Pada poin ketiga tertulis adanya pengurangan 60 persen saldo Jaminan Sosial Tenaga Kerja kepada setiap karyawan yang diberhentikan.

“Rencananya besok (hari ini, red) kita akan laporkan PT TUMS ke Saber Pungli, dengan dugaan pelanggaran UU No. 24/2011 tentang Jaminan Sosial,” ungkap Najamudin, Rabu (10/4).

Menurutnya, manajemen PT TUMS melakukan potongan terhadap dana jaminan hari tua, sebenarnya adalah hak sepenuhnya para pekerja. Sesuai ketentuan UU Jaminan sosail bila pembayarannya 3,7 persen ditanggung perusahaan dan 2 persen dipotong dari gaji pekerja.

“Program BPJS ada poinnya jaminan kecelakaan, jaminan kematian, dan jaminan hari tua. Yang jaminan hari tua itu hak sepenuhnya pekerja, yang mereka potong itu jaminan hari tua jelas ini tidak ada dasarnya,” ujar Najamudin.

Menurutnya saat ini sudah ada 36 eks karyawan PT TUMS yang akan didampingi DPC KSPSI Kepahiang untuk mendapatkan hak mereka kembali. KSPSI berharap agar Saber Pungli bisa mengusut dugaan pemotongan liar ini. “Datanya terus bertambah, kami perkirakan bisa lebih. Yang jelas konsep laporan sudah kita siapkan besok akan kita masukan,” tambahnya.

Diketahui, selain mengalami persoalan dengan karyawan, PT TUMS juga akan menghadapi persoalan baru dengan Pemkab Kepahiang. Pasalnya setelah kurang lebih 15 tahun beroperasi, perusahaan milik pengusaha asal Taiwan yang bergerak di bidang pengelolaan teh tersebut, sama sekali tidak pernah memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Kabupaten Kepahiang.

Bahkan sebelumnya Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM mengatakan akan meminta PT TUMS ekspos secara terbuka. Pelaksanaan ekspos dirancang selelah Pemilu, agar PT TUMS dapat  memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah. “Akan kita evaluasi, kita minta ekspos juga. Mungkin nanti waktunya setelah Pemilu. Hal ini perlu kita tegaskan, agar tidak bisa seenaknya lagi beroperasi,” tegas Bupati. (sly)

Berita Lainnya

Ada Potensi Bencana, BPBD Bentuk Desa Siaga Bencana

KEPAHIANG – Kondisi geografis Kabupaten Kepahiang yang berada dalam zona merah gempa bumi dan ring ...

error: Content is protected !!