Selasa , 23 Juli 2019
Home / Borgol / Saksi Tegaskan Pemotongan Dana Dinkes Sudah Sejak Lama

Saksi Tegaskan Pemotongan Dana Dinkes Sudah Sejak Lama

SAKSI: Lima orang saksi kembali dihadirkan dalam persidangan dalam dugaan perkara korupsi pendistribusian dana yang dikelola Dinas Kesehatan Benteng, di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU – Sidang dugaan perkara kasus korupsi pemotongan dana pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Tengah (Benteng) dilanjutkan  Rabu (10/4). Hadir orang saksi,  yakni 2 orang dari pihak kepolisian Polda Bengkulu dan 3 orang dari Dinkes Benteng.  Dua saksi dari Polda Bengkulu yakni, Imam wijayanto dan Bayu Septyo. Sedangkan tiga saksi dari Dinkes Benteng yakni, Yayan Wira Saputra selaku sopir ambulance, Syafrida, Kasi Dinkes dan staf Dinkes, Mery Astuti.

Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Fitrizal Yanto SH MH keterangan saksi dari Dinkes Benteng tersebut mempertegas adanya pemotongan yang dilakukan oleh oknum bendahara Dinkes Benteng, Fintor Gunanda.  Hakim Fitrizal Yanto mempertanyakan kepada saksi Syafrida terkait dengan adanya pemotongan uang yang didistribusikan melalui bendahara Dinkes tersebut. Di muka persidangan Syafrida mengaku memang ada pemotongan sebesar 10 persen. “Karena saya masih baru jadi saya yang tahunya baru sekali ini adanya pemotongan,” kata Syafrida.

Sementara itu untuk dua saksi dari pihak kepolisian yang melakukan penangkapan yang dihadirkan lebih banyak ditanya majelis berkaitan dengan kronologis penangkapan dan pengungkapan dugaan kasus pemotongan dana yang dikelola Dinkes tersebut. Penyidik kemudian menjelaskan berkenaan dengan adanya pemotongan tersebut hingga mereka berhasil mengamankan uang hasil pemotongan.

Sementara itu penasihat hukum terdakwa Fintor Gunanda, Nediyanto Ramadhan,SH,MH mengatakan jika setelah dilaksanakan beberapa kali persidangan ini dan juga beberapa saksi dihadirkan di muka persidangan terungkap jika kliennya hanya menjalankan perintah atasannya berkaitan dengan adanya pemotongan tersebut. “Dalam melakukan pemotongan tersebut terungkap bahwa klien saya hanya menjalankan perintah atasannya, ” terang Nediyanto.

Jaksa penuntut umum (JPU), Meliani, SH dan Fardana Kusumah, SH ditemui usai persidangan dalam keterangan yang disampaikan saksi yang menerima pendistribusian dana dari Fintor Gunanda tersebut sudah dipotong sebesar 10 persen. “Kedua saksi dari Dinkes Benteng yang memberikan dalam persidangan tadi sudah mengakui dan mempertegas jika dana yang mereka terima dari terdakwa sudah dipotong sebesar 10 persen,” kata Meliani yang diamini Fardana.  Sidang akan dilanjutkan kembal pekan depan dengan agenda masih keterangan saksi. (zie)

Berita Lainnya

Bobol Bengkel dan Rumah, Diamankan

BENGKULU – Seorang pemuda berinisial Ag (19) warga Kelurahan Belakang Pondok, Kota Bengkulu ditangkap dan ...

error: Content is protected !!