Rabu , 24 April 2019
Home / Daerah / Kaur / Tunggu Pelanggan, Pengedar Sabu Ditangkap

Tunggu Pelanggan, Pengedar Sabu Ditangkap

PENGEDAR : DA (28) warga Kepala Curup Binduriang yang merupakan Pengedar Sabu dan Ekstasi ini dibekuk Satresnarkoba saat sedang menunggu pelanggannya di jalan raya Desa Belitar Muka.

CURUP- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Rejang Lebong kembali berhasil menangkap seorang pengedar sabu. Adalah DA (28) warga Dusun Gardu desa Kepala Curup Kecamatan Binduriang. DA ditangkap bersama barang bukti 10,16 gram sabu dan 10 butir ekstasi saat sedang menunggu calon pembeli Minggu (7/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Diungkapkan Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kasat Res Narkoba Iptu Sampson S. Hutapea, S.IK yang menggelar release kemarin, ini berkat informasi dari masyarakat. Dimana disebutkan bahwa akan ada transaksi narkoba di pinggir jalan lintas Curup-Lubuk Linggau tepatnya di jalan raya Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi.

‘’Dari siang kita sudah melakukan pengintaian, namun baru sore minggu kita melihat kedatangan DA yang mondar mandir di pinggir jalan dengan gerak gerik mencurigakan. Akhirnya polisi menghampiri DA yang langsung terlihat seperti ketakutan. Dan akhirnya polisi melakukan penggeledahan terhadap pelaku hingga didapati 10,16 gram sabu dan 10 butir ekstasi dari tangan korban.

‘’Jadi tersangka ini kita duga sedang menunggu pembelinya di pinggir jalan. Sabu-sabu dan ekstasi tersebut diduga akan dijual kepada pembeli dari Curup Kota. Jumlah barang bukti yang kita dapatkan ini nilainya lebih dari Rp 12 juta. Dan untuk pelaku masih didalami, apakah hanya sekadar pengedar saja atau malah masuk kategori bandar sabu. Karena menurut pengakuannya, sabu dibeli dari orang lain yang katanya berada di wilayah Kepala Curup Binduriang. Dan ini juga masih kita dalami,’’ ucap Sampson saat release.

Sementara itu, DA yang sempat ditanyai awak media mengakui kalau usahanya jualan sabu tersebut baru digeluti sejak enam bulan belakangan. Dirinya nekat menjual sabu karena terdesak kebutuhan ekonomi sehari-hari. ‘’Baru enam bulan pak dan sabu sama ekstasi saya juga beli, baru selanjutnya dijual lagi,’’ ucap DA.(dtk)

Berita Lainnya

Kursi Kosong, Dewan Mulai Pamit

KOTA BINTUHAN – Paripurna Penyampaian Rekomendasi dan Catatan-catatan Strategis DPRD Kabupaten Kaur terhadap LKPJ Bupati ...

error: Content is protected !!