Jumat , 26 April 2019
Home / Metropolis / Bangga ke Bengkulu Bukan Karena Kasus

Bangga ke Bengkulu Bukan Karena Kasus

RESMIKAN: Menteri PPA Yohana Yembise didampingi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat meresmikan 15 sentra kerajinan kelompok Lembaga Pemberdayaan Wanita (LPW) Melati Kota Bengkulu, Kamis (11/4) di GOR Sawah Lebar. (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengaku bangga bisa datang ke Bengkulu bukan karena ada permasalahan atau kasus. Kali ini Yohana ke Bengkulu dalam rangka meresmikan 15 sentra kerajinan kelompok Lembaga Pemberdayaan Wanita (LPW) Melati Kota Bengkulu, Kamis (11/4) di GOR Sawah Lebar.

“Saya merasa bangga dapat hadir di tengah-tengah perempuan hebat. Ini hal luar biasa positif . Jadi kita tidak ngomong kasus terus saya berapa kali datang kasus kasus saja,” kata Yohana di GOR Sawah Lebar saat menghadiri seklaigus meresmikan 15 centra kerajinan kelompok LPW Melati, kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 15 kelompok usaha perempuan di Bengkulu yang beranggotakan 1.700 orang dengan beragam bidang usaha. Keberadaan perempuan sentra kerajinan ini membuktikan bahwa perempuan Indonesia ternyata mampu bersaing dan berprestasi dalam dunia usaha.

“Di tengah peran ibu-ibu dalam ranah domestik, mereka masih bisa membagi waktu dan bersaing dalam dunia bisnis. Sekarang memang sudah saatnya perempuan berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesejahteraan bangsa termasuk bidang ekonomi,” ujar Yohana.

Menteri Yohana menambahkan kualitas perempuan Indonesia memang tidak diragukan lagi, sudah banyak dari mereka yang memiliki pendidikan tinggi, keterampilan yang memadai, serta kecerdasan yang tidak kalah dari kaum laki-laki. Perempuan-perempuan tangguh tersebut sudah siap bersaing dalam dunia bisnis sekaligus menghapuskan kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan pada sektor ekonomi.

“LPW yang bersinergi dengan kadin dan pemda, model pertama yang saya temukan selama menjadi menteri. Ini bisa menjadi contoh daerah lain, kami dari kementerian siap menorong perempuan-perempuan hebat di Bengkulu,” terangnya.

Penerapan konsep sentra kerajinan di Bengkulu ini menurutnya hampir sama dengan apa yang sudah Kemen PPPA kembangkan sejak 2015 melalui industri rumahan. Besar harapan agar program-program seperti ini akan terus ada dan berkembang agar kesejahteraan ekonomi perempuan dapat dirasakan secara menyeluruh. Sebab berjayalah bangsa ini jika ekonomi perempuannya sudah sejahtera dan anak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk eksploitasi.

“Jika perempuan mampu meningkatkan perekonomian maka akan terasa juga dampaknya terhadap ketahanan keluarga,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan jumlah wirausaha perempuan mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 1,63 juta orang, dari 12,7 juta pada 2015 menjadi 14.3 juta pada 2017. Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan telah mengalami perbaikan dalam 3 tahun terakhir. Pada 2015 misalnya, TPAK perempuan sebesar 48,87%, 50,77% di 2016, dan 50,89% pada 2017.

TPKA merupakan persentase penduduk berusia lebih dari 15 tahun yang merupakan angkatan kerja. Artinya, jumlah perempuan yang memperoleh kesempatan kerja sudah sekitar separuh dari jumlah seluruh perempuan usia kerja yang ada di tanah air. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kemen PPPA untuk mendukung kesejahteraan ekonomi perempuan, diantaranya melalui penerapan industri rumahan dan program Three Ends atau Tiga Akhiri.

Salah satu dari tiga sasaran Three Ends yakni, akhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan. “Dengan mengedepankan prinsip ini diharapkan perempuan menjadi mampu, berdaya, dan menjadi setara dengan laki-laki dalam bidang ekonomi, sehingga dipastikan dapat memperolah akses yang sama baik akses terhadap program pelatihan, permodalan, dan dukungan dana/sarana alternatif,” tutupnya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga bangga dan mengapresiasi komoditi khas Bengkulu yang dikelola dan dikembangkan LPW Melati. Pemprov Bengkulu siap memberikan dukungan kepada LPW Melati ini baik dari segi pembinaan maupun pemasaran. Pemprov Bengkulu melalui OPD teknis siap bersinergi dengan 15 kelompok usaha perempuan di Bengkulu, LPW Melati.

Tidak hanya OPD di Pemprov Bengkulu, namun BUMD dan BUMN yang ada di Kota Bengkulu juga a diharapkan keterlibatannya. “Bila semua bersinergi, saya yakin ini akan semakin berkembang. layak dipasarkan secara nasional bahkan untuk ekspor,” imbuhnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (P3APPKB) Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadhani Wati, peresmian 15 sentra industri LPW Melati adalah wujud dari partisipasi  perempuan dalam pembanvgunan untuk akses di sektor ekonomi. Kegiatan ini berawal dari home industri berkembang menjadi keolompok ekonomi perempuan menjadi sentra-sentra industri dibeberapa kelurahan di Kota Bengkulu.

“Akan kami sinergikan dengan dengan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindag, lembaga pembiayaan, program CSR. Sheingga produktifitasnya bisa maju merambah ke pasar nasional maupun ekspor. Serta menjadi sentra oleh-oleh bagi tamu yang berkunjung ke Provinsi Bengkulu,” demikian Foritha. (key)

Berita Lainnya

Jelang Mutasi, Pejabat Pemkot Dikumpulkan

BENGKULU – Secara mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, MPd Rabu (24/4) pagi memanggil ...

error: Content is protected !!