Rabu , 24 April 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Gunakan Dana SMI, Dewan Minta Pemkab Libatkan Kontraktor Berkelas

Gunakan Dana SMI, Dewan Minta Pemkab Libatkan Kontraktor Berkelas

KEPAHIANG – Jika tidak ada kendala, penyertaan modal PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kepada Pemkab Kepahiang senilai Rp 59 Miliar akan segera dicairkan dalam waktu dekat ini. Untuk itu DPRD Kabupaten Kepahiang meminta kepada Pemkab Kepahiang untuk memaksimalkan modal tersebut untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Kepahiang.

Dewan bahkan meminta Pemkab Kepahiang agar bisa melakukan lelang dengan selektif, dan melibatkan pihak rekanan atau kontraktor yang berkelas serta memiliki pengalaman, dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan tersebut. Hal ini agar pinjaman yang didapat dari PT SMI tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memberikan asas manfaat untuk masyarakat Kabupaten Kepahiang.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang Andrian Defandra, SE mengungkapkan, pihaknya beberapa waktu lalu ikut bersama Pemkab Kepahiang dan beberapa jajarannya dalam ekspose yang dilakukan di PT SMI di Provinsi DKI Jakarta. Dari ekspose tersebut diakuinya ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi oleh Pemkab Kepahiang.

“Jika tidak ada kendala, jadwal penandatanganan MoU sekitar tanggal 23 April mendatang, yang dihadiri oleh Bupati, pimpinan DPRD Kabupaten Kepahiang dan Sekretaris Daerah,” ungkap Andrian.

Terkait pembangunannya, Aan (sapaan akrabnya, red) mengatakan Pemkab Kepahiang sudah menyusun rencana prioritas dari percepatan pembangunan yang menggunakan pinjaman dari PT SMI, dan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pembangunan tersebut kepada Pemkab Kepahiang. Hanya saja Aan mengatakan, dalam proses pekerjaan pembangunan, Pemkab Kepahiang harus lebih ketat dalam memilih kontraktor yang akan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Kita tahu betul niat pemerintah untuk bisa membangun kabupaten ini. Namun jangan sampai niat baik tersebut tercoreng dengan Pemkab bekerjasama pihak rekanan yang tidak bonafit. Ini proyek besar, Pemkab harus selektif untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam percepatan pembangunan. Jangan sampai usaha yang diperjuangkan Pemkab Kepahiang selama ini justru malah tidak maksimal, lantaran salah dalam memilih pihak rekanan,” tegas Aan.

Disisi lain Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM mengatakan jika tidak ada kendala, pada akhir bulan ini, pinjaman senilai Rp 59 miliar tersebut sudah bisa dicairkan. Hal ini lantaran pada tanggal 23 April ini, Pemkab Kepahiang sudah dijadwalkan akan menandatangani MoU Penyertaan Modal dengan PT SMI di Jakarta.

“Pinjaman ke PT SMI itu tidak boleh digunakan selain pembangunan infrastruktur Jalan. Kalau pembangunan masjid dan lain sebagainya sudah masuk ke APBD. Untuk itu setelah MoU ini nantinya, kita mulai akan bekerja melakukan percepatan Pembangunan,”ungkap Bupati Kepahiang,.

Menurut Bupati, awalnya usulan untuk pinjaman ke PT SMI ini senilai Rp 90,5 Miliar dan disetujui. Namun Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak mau dan tidak setuju karena menyangkut dengan masa kerjanya sebagai bupati Kepahiang tinggal beberapa tahun lagi. Jadi, pinjaman ke PT SMI tersebut harus disesuaikan dengan masa Jabatannya.

“Kalau PT SMI boleh. Hanya saja Kemendagri memberikan masukan terkait masa kerja, dan mereka meminta pinjaman Rp 90 Miliar tersebut dikembalikan selama 3 tahun. Kita tidak bisa dan harus diakui tidak sanggup. Sehingga solusinya kita usulannya kita turunkan menjadi Rp 59 Miliar. Sebenarnya tidak ada masalah untuk besaran pinjaman tersebut,” bebernya.

Diketahui, adapun proyek percepatan infrastruktur yang akan dilakukan melalui pinjaman tersebut yakni peningkatan jalan dan jembatan Peda KTNA (Perkantoran) menuju destinasi wisata kebun teh Kabawetan. Kemudian juga ada pembangunan jalan Desa Langgar Jaya, yang merupakan satu-satunya desa yang belum memiliki akses jalan di Kabupaten Kepahiang.

Berikutnya peningkatan jalan desa Muara Langkap – Cinto Mandi – Langgar Jaya – Damar Kencana, Peningkatan jalan Warung Pojok – Air Punggur – Batu Bandung, Peningkatan jalan Renah Kurung – Batu Bandung sepanjang, peningkatan jalan Bandung Jaya – Pematang Danau Air Les, dan rehabilitasi jalan simpang Kota Bingin – Watas Marga. (sly)

 

 

Berita Lainnya

Bantuan Bedah Rumah,Tunggu SK Kementerian

KEPAHIANG – Kendati tahun 2019 ini Kabupaten Kepahiang mendapatkan bantuan bedah rumah untuk 1.500 unit ...

error: Content is protected !!