Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Jumlah WNA Dideportasi Meningkat

Jumlah WNA Dideportasi Meningkat

DIAMANKAN : Tiga WNA asal Jepang saat diamankan di kantor Imigrasi karena menyalahi aturan keimigrasian. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Daftar riwayat warga negara asing (WNA) yang dideportasi dari Provinsi Bengkulu tahun 2019 ini diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2018 lalu, tercatat ada 5 WNA dengan rincian 4 asal Cina dan 1 asal Malaysia.

Sementara untuk tahun ini, hingga April saja tercatat sudah ada 8 WNA yang diamankan pihak Imigrasi Kelas I Bengkulu. Rinciannya 5 WNA asal Cina dan tiga lainnya asal Jepang. Untuk 5 WNA asal Cina itu yakni Li Maojun, Chen Hualin, Huang Lizhi, Chen Qiuguan dan Li Jianlie. Mereka telah menyalahgunakan izin tinggal dan sudah dideportasi. Sementara tiga WNA asal Jepang, diamankan pihak Imigrasi Rabu (10/4) lalu.

Ketiganya yakni yakni Masahiko Yoshikawa (51), Kobayashi Mao (30) dan Mamoro Owada (71). Hingga kemarin, ketiganya masih diperiksa. Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, Kusni  mengatakan ketiga WNA asal Jepang itu kedapatan melanggar administratif keimigrasian. Mereka melakukan penelitian serangga di Desa Baru Manis Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong, tanpa izin.

“Mereka melakukan penelitian dengan cara mengambil sampel serangga kupu-kupu dengan cara diawetkan sebagai koleksi,” katanya.

Besar kemungkinan ketiganya akan dideportasi ke negara asalnya. Namun demikian, pihak Imigrasi tetap akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu.  Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Ilham Djaya menegaskan, bahwa ketiga WNA asal Jepang tersebut tidak memiliki izin untuk melakukan penelitian dan penangkapan serangga. Mereka datang ke Indonesia hanya ketiganya menggunakan bebas visa kunjungan singkat atau Visa On Arrival.

Dari tangan 3 WNA tersebut ikut diamankan alat penangkap serangga kupu-kupu dan kumbang berupa tabung plastik, alat penjepit, gunting, benang, cairan amonia yang berguna untuk mematikan dan mengawetkan serangga. Ketiga WNA tersebut telah melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang No. 6 tahun 2011.

“Ketiganya akan dikenakan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian disertai dengan penangkalan sesuai dengan pasal 75 ayat 2 huruf f undang-undang No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” Ujar Ilham Djaya. Namun pihaknya akan berkordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait penelitian yang dilakukan para WNA tersebut. Apakah mereka memang murni hanya penelitian atau unsur kegiatan lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan memang ada sesuatu unsur administrasi keimigrisasian yang dilanggar, Oleh karena itu sementara ini mereka diamankan terlebih dahulu dan ditempatkan di kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait penelitiannya,” jelasnya Kamis (11/4).

Ia menambahkan, barang bukti seperti serangga yang diawetkan menurut informasi tim lapangan, sudah dimusnahkan oleh ketiga WNA ini dengan cara dibakar untuk menghilangkan barang bukti. “Maka dari itu, sampai saat ini kita terus berkordinasi dengan pihak terkait seperti BAIS TNI dan BIN serta lainnya. Jika memang clear tidak ada masalah lainnya maka ketiga WNA tersebut akan langsung di deportasi,” tambahnya.

Lanjut Ilham, ketiga WNA ini datang ke Bengkulu melalui Jakarta dan terbang menuju Lubuklinggau. Sebelumnya mereka mengarah ke Jambi akan tetapi langsung putar arah ke Rejang Lebong pada 9 April dikarenakan salah satu dari mereka yakni Masahiko Yoshikawa memiliki teman di Rejang Lebong.(cw1)

Berita Lainnya

Gelombang Tinggi Hantam Laut Bengkulu

BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pulau Baai Bengkulu kembali merilis ...

error: Content is protected !!