Selasa , 25 Juni 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Polres Selidiki Keberadaan Mantan Kabag Humas Lantaran Dua Kali Mangkir Pemanggilan Penyidik

Polres Selidiki Keberadaan Mantan Kabag Humas Lantaran Dua Kali Mangkir Pemanggilan Penyidik

Kasat Reskrim AKP Yusiady

KEPAHIANG – Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kepahiang, saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait keberadaan SM, mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Kepahiang yang diduga terlibat kasus penipuan jual beli kayu. Pasalnya sudah 2 kali panggilan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Kepahiang, yang bersangkutan tidak pernah datang bahkan menghilang tanpa jejak.

Diungkapkan Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Yusiady, S.IK, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi rumah SM di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, namun yang bersangkutan tidak pernah ada di rumah. Lucunya bahkan pihak keluarga SM pun mengaku tak tahu keberadaan SM saat ini.

“Ya sudah dua kali pemanggilan kita layangkan, namun yang bersangkutan tak juga datang. Kita juga sudah mendatangi rumahnya, namun keluarganya mengaku tidak tahu keberadaannya,” terang Yusiady.

Terkait kondisi tersebut, Yusiady mengaku pihaknya akan melakukan penjemputan paksa terhadap SM, guna dilakukan pemeriksaan. Hanya saja saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan SM, yang diduga bersembunyi tersebut. “Tidak ada jalan lain, ya kita akan jemput beliau. Namun saat ini kita masih selidiki dimana keberadaan beliau,” tegas Yusiady.

Diketahui sebelumnya, SM dilaporkan ke Polres Kepahiang terkait bisnis pengangkutan kayu, oleh Eti Sumiati (48) warga Jalan Ponirin Kelurahan Pasar Kepahiang. Korban Eti mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 23 juta rupiah, lantaran rekan bisnisnya yakni SM diduga menipu dan menggelapkan uang miliknya.

Data terhimpun kejadian berawal antara korban dan SM menyepakati untuk berbisnis pengangkutan kayu pada akhir tahun 2017 lalu. Saat itu terlapor SM meminjam uang kepada korban sebesar Rp 11 juta pada awal Desember 2017 lalu, dengan alasan untuk biaya operasional pengangkutan. Namun selang sepekan kemudian terduga SM kembali meminjam uang senilai Rp 12 juta juga dengan alasan yang sama.

Namun setelah uang sebesar Rp 23 juta disetorkan korban ke terduga SM, progres bisnis pengangkutan kayunya juga belum menunjukkan hasil. Jangankan mendapatkan untuk atau balik modal, terduga pun terus mengelak ketika korban menanyakan perihal perkembangan bisnis tersebut. Alhasil korban pun mulai mencurigai bahwa dirinya tertipu oleh terduga SM, dan melaporkan ke Polres Kepahiang.

“Kita berharap pada panggilan kedua ini nantinya, terlapor bisa datang. Namun jikalau panggilan kedua ini juga tidak ditanggapinya, ya terpaksa kita yang harus turun melakukan penjemputan,” demikian Yusiady. (sly)

Berita Lainnya

Tabrak Mobil Elpiji, 3 Remaja Mabuk Tuak Semaput

KEPAHIANG – Diduga akibat pengaruh minuman keras (miras) jenis tuak, 3 orang remaja akhirnya menabrak ...

error: Content is protected !!