Selasa , 23 Juli 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Buat Harga Kopi Stabil

Buat Harga Kopi Stabil

JEMUR KOPI: Tampak salah satu petani kopi di Desa Taba Tebelet sedang menjemur kopi hasil panennya. (foto: FOTO: arie/rb)

KEPAHIANG – Rencana Pemerintah Kabupaten Kepahiang membangun pabrik pengolahan kopi di Kecamatan Seberang Musi tahun ini, disambut antusias para petani kopi. Sebab petani berharap harga kopi bisa stabil dengan adanya pabrik itu. Selama ini petani kopi merasa sangat terhimpit secara ekonomi, karena harga jual kopi di tingkat petani sangat rendah. Bahkan petani merasa ada permainan harga oleh para pengumpul dan produsen kopi selama ini.

“Informasi akan didirikannya pabrik pengolahan kopi di Kabupaten Kepahiang, jelas sangat kami harapkan selaku petani kopi. Karena ini merupakan angin segar atas apa yang kami harapkan selama ini terkait harga beli kopi yang stabil dari para petani,” beber Mulya (39), seorang petani kopi di Desa Langgar Jaya Kecamatan Muara Kemumu.

Harapan ini muncul lantaran harga jual kopi biasanya turun jelang musim panen. Senada diungkapkan Samsul (42), petani kopi di Desa Rimbo Donok Kecamatan Tebat Karai. Mereka merasa dirugikan dengan adanya dugaan harga kopi yang terkesan dimainkan oleh toke kopi.  Pasalnya sebelum panen biasanya harga jual kopi di tingkat  petani lebih dari Rp 20.000 per kilogram. Namun harga tersebut turun di bawah Rp 20.000 per kilogram setelah masa panen.

“Biasanya sebelum kita panen, harganya di atas Rp 20.000. Tapi setelah kita panen, harga kopi justru turun. Hal ini jelas membuat kami merugi. Tahun lalu bahkan kami terpaksa menjual kopi hasil kebun kami seharga Rp 16.000 per kilogram, padahal beberapa pekan sebelumnya harga masih stabil Rp 20.000 per kilogram,” terang Samsul.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM mengungkapkan saat ini pihaknya masih merampungkan proses sertifikasi lahan yang akan dijadikan area pembangunan pabrik kopi. Rencananya selain membangun pabrik kopi, Pemkab Kepahiang juga akan menyiapkan beberapa peralatan pengolahan kopi.

“Pembangunan ini akan menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Khusus (DAK), yang bertujuan untuk meningkatkan produksi potensi kopi yang kita miliki. Nantinya pabrik pengolahan kopi ini akan kita kerjasamakan dengan investor yang tertarik mengembangkan produksi kopi Kepahiang,” jelas Zamzami.

Dengan adanya pabrik pengolahan kopi ini nantinya, Pemkab Kepahiang berharap bisa menjadi salah satu momen untuk menggenjot perekonomian masyarakat. Minimal dari sisi penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar. Untuk itu dengan semua fasilitas yang telah disiapkan tersebut, Pemkab berharap bisa memancing investor untuk bisa menanamkan modal usaha di Kabupaten Kepahiang.

“Kita optimis dengan fasilitas yang kita sediakan ini, para investor bisa datang untuk menanamkan modalnya di wilayah kita, sehingga bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat kita,” bebernya.

Untuk itu Zamzani berharap, di akhir 2019 mendatang pembangunan pabrik dan fasilitasnya bisa segera rampung, dan tahun 2020 produksi sudah bisa berjalan produksinya. “Kita berharap kedepan kita bisa memiliki produk lokal yang bisa dijual secara nasional tentunya dengan menggunakan brand daerah,” demikian Zamzami. (sly)

Berita Lainnya

Proyeksi Anggaran 2020 Defisit Rp 87,5 Miliar

KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Senin(22/7) menyampaikan proyeksi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam ...

error: Content is protected !!