Sabtu , 20 April 2019
Home / Daerah / Seluma / Dipecat, Anggota PPS Protes

Dipecat, Anggota PPS Protes

JELASKAN: Riki Edriati (28) menjelaskan kronologis pemecatannya sebagai anggota KPPS TPS 3 Desa Renah Panjang. (foto: yayan/rb)

LUBUK SANDI – Tidak terima dipecat sebagai anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Renah Panjang, Riki Edriati (28) layangkan protes. Dia merasa telah dizalami oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Renah Panjang.

Pemecatan tersebut dia nilai tidak sesuai prosedur dan terkesan ada kepentingan politik. ‘’Saya protes, pemecatan ini tidak sesuai prosedur. Pemecatan hanya melalui pesan WhatsApp (WA),’’ tukas Riki.

Selain itu menurut Riki, pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya disinyalir ditunggangi kepentingan politik karena ada caleg yang menunggangi.

“Tidak enak kalau saya sebutkan nama calegnya. Tapi indikasinya seperti itu, jadi terkesan PPS Desa Renah Panjang ini sudah tidak netral lagi,’’ ujarnya.

Data dihimpun RB, pemecatan terhadap Riki dipicu pada Sabtu (6/4) lalu tanpa sepengetahuan Riki, adik bungsunya Ferry (18) di histori masenger akun miliknya terpajang banner caleg DPRD Kabupaten Seluma dapil 4 tanpa sepengetahuan dirinya.

‘’Saat itu kan HP saya di charger di rumah. Namun adek saya meminjam untuk memaikannya. Tanpa sepengetahuan saya, ternyata adik saya memosting baner caleg tersebut di histori masengernya. Saya tahunya setelah ada teman saya menelepon, begitu saya cek benar ada, sehingga saya langsung hapus,’’ terang Riki.

Ternyata kata Riki, ada caleg DPRD Seluma dapil 4 yang telah menscreenshot histori masenger tersebut dan melaporkannya ke PPS Desa Renah Panjang. Sehingga tanpa ada klarifikasi apapun dari ketua PPS Desa Renah Panjang, Zuhri dirinya langsung menerima pesan lewat WhatsApp (WA) dari Ketua PPS, yang menyebutkan bahwa dirinya telah dipecat sebagai anggota KPPS TPS 3 Desa Renah Panjang.

‘’Maso pak, saya dipecat cuma lewat WA bae. Tanpa dipanggil atau klarifikasi sedikitpun, jadi saya anggap pemecatan ini tidak sah. Karena tidak ada surat pemecatannya,’’ keluh Riki.

Kalaupun dirinya dipecat, meminta rekannya sesama anggota KPPS TPS 3, Memen Supriadi (40) juga dipecat. Karena Memen sudah jelas-jelas terlibat sebagai pengurus salah satu parpol peserta pemilu di Kabupaten Seluma.

‘’Untuk Memen hanya disuruh oleh Ketua PPS membuat surat pernyataan, tidak dipecat. Kalau saya langsung dipecat tanpa diberi kesempatan klarifikasi sedikitpun,’’ kata Riki.

Sementara itu Ketua PPS Desa Renah Panjang, Zuhri belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapannya. Di datangi ke Sekretariat PPS, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Dihubungi melalui ponselnya baik telepon maupun pesan singkat (SMS), hingga berita ini disusun belum ada jawaban.

Terpisah, Komisioner KPU Seluma, Divisi Sosialisasi, Edi Ansori, A.Md membenarkan jika Riki Adriati telah diberhentikan sebagai anggota KPPS TPS 3 Desa Renah Panjang. Namun dirinya tidak mengetahui kalau anggota lainnya, Memen Supriadi juga terlibat politik praktis dengan menjadi pengurus parpol.

‘’Saya pastikan akan memecat juga Memen Supriadi itu. Saya akan perintakan Ketua PPS nya untuk segera mengganti Memen Supriadi sebagai anggota KPPS secepatnya. Besok (hari ini,red) Ketua PPS nya akan saya panggil agar segera membuat surat pemecatannya, termasuk juga surat pemecatan untuk Riki Edriati,’’ tegasnya.(aba)

Berita Lainnya

Gakkumdu Proses Dugaan Money Politics, Barang Bukti Contoh Surat Suara dan Uang Rp 200 Ribu

SELUMA – Gabungan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Seluma melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan money polics ...

error: Content is protected !!