Selasa , 23 Juli 2019
Home / Metropolis / Ingin jadi Kades, Ikut Ujian Paket C

Ingin jadi Kades, Ikut Ujian Paket C

SIMAK: Peserta ujian paket C menyimak dengan serius penjelasan panitia ujian menjelang ujian dimulai, Jumat (12/4). (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Ujian Nasional (Unas) pendidikan kesetaraan Program Paket C dimulai, Jumat (12/4) di SMKN 3 Bengkulu. Ada 3.120 peserta ujian dari berbagai PKBM se Provinsi Bengkulu. Tak hanya peserta yang masih muda saja bersemangat untuk mendapatkan ijazah setara tingkat SMA ini, namun ada yang umurnya diatas 45 tahun lebih.

Seperti peserta ujian Paket C dari PKBM Science and Education di Kota Bengkulu, Aris Efriansyah (55). Diungkapkan warga Desa Kelindang Atas Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) ini, motivasinya untuk ikut ujian kesetaraan SMA ini karena sadar akan pentingnya pendidikan dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga. Selain itu dengan adanya ijazah SMA, Aris bisa ikut mencalonkan diri sebagai Kepala Desa (kades) di tempatnya.

“Saya sadar kalau pendidikan itu penting, apalagi kalau mau calon kades sekarang ini minimal ada ijazah SMA,” ujar Aris ditemui usai mengikuti UNBK hari pertama di SMKN 3 Kota Bengkulu, kemarin.

Meskipun baru mengenal laptop, namun Aris mengaku tidak ada kesulitan saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang saat ini diterapkan dalam ujian kesetaraan. Hal itu dikarenakan adanya bimbingan dari guru di PKBM tempatnya menimba ilmu. “Tidak gagap teknologi lagi karena sudah diajarkan di PKBM. Tidak ada kata susah asal mau belajar,” tukasnya.

Peserta ujian paket sudah berumur lainnya, yaitu Iskandar (46) warga Desa Durian Demang Kabupaten Bengkulu Tengah adalah seorang perangkat desa. Motivasinya mengikuti ujian paket C ini karena sebagai seorang perangkat desa dirinya harus memiliki minimal ijazah SMA. Untuk menyamakan dengan perangkat desa lainnya yang sekarang ini syaratnya harus minimal lulus SMA sederajat.

“Saya jadi perangkat desa ketika itu tidak ada syarat minimal lulusan SMA, tapi kalau yang baru sekarang minimal lulus SMA. Walaupun itu tidak diharuskan bagi perangkat yang lama speerti saya, paling tidak saya harus sama dengan yang lainnnya,” bebernya.

Ditambahkan Ketua PKBM Science and Education Apen Putra, sebelum pelaksanaan ujian siswa di PKBM sudah diajarkan menggunakan komputer karena ujian paket C juga menggunakan UNBK. Untuk siswa di PKBM yang dia pimpin rata-rata 60 persen baru pertama kali memegang komputer dan laptop, karena itu para guru harus lebih sabar dan telaten mengajarkan cara mengoperasikan komputer dan laptop.

“Sudah kita ajarkan, tapi tadi memang sebelum ujian dimulai dari panitia ujian dan operator menjelaskan kembali caranya,” terang Apen.

Sementara itu, Sekretaris Ujian Nasional Provinsi Bengkulu Syaiful Amri menambahkan ujian paket C dilaksanakan 12-15 April tersebar di 10 kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu. Terdata oleh panitia ada sekitar 3.120 peserta ujian. Meliputi tersebar di Kota Bengkulu ada 708 peserta, Bengkulu Utara ada 267 peserta, Rejang Lebong ada 180 peserta, Bengkulu Selatan ada 342 peserta.

Selanjutnya, Seluma ada 461 peserta, Kaur ada 278 peserta, Mukomuko ada 247 peserta, Lebong ada 336 peserta, Kepahiang ada 269 peserta, dan Bengkulu Tengah (Benteng) ada 32 peserta.

“Semuanya menggunakan UNBK. Hari pertama tidak ada kendala berarti, semuanya berjalan lancar. Begitu juga hari-hari selanjutnya kita harapkan dapat berjalan lancar,” demikian Syaiful. (key)

Berita Lainnya

2.500 Alat Tangkap Baby Lobster Dimusnahkan

BENGKULU – Sebelumnya, Lanal Bengkulu dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan ...

error: Content is protected !!