Minggu , 21 Juli 2019
Home / Borgol / Isap 4 Kaleng Lem Sebelum Beraksi

Isap 4 Kaleng Lem Sebelum Beraksi

MERESAHKAN: Empat bandit curas spesialis bobol rumah/warung yang berhasil dibekuk anggota Polsek Ratu Agung. (foto: eki/rb)

BENGKULU – Kinerja anggota Polsek Ratu Agung patut diacungi jempol. Dipimpin langsung Kapolsek Ratu Agung Iptu. Todorio bersama Kanit Reskrim Ipda. Taslim, berhasil menangkap 4 bandit spesialis bobol rumah/warung, Kamis (11/4).

Empat tersangka yang merupakan satu komplotan ini masing-masing AS alias Oleng (21) warga Talang Benih, Curup Kabupaten RL, TI (20) Jalan Meranti 4 Kelurahan Sawah Lebar, MA (19) warga Jalan Merawan Kelurahan Sawah Lebar dan CA  warga Jalan Meranti 2 Kelurahan Sawah Lebar.

Kronologis penangkapan para tersangka ini berawal dari laporan yang diterima oleh anggota Polsek Ratu Agung dari salah satu warga bernama Anton Situmeang yang mengaku bengkel motor miliknya di Jalan Pariwisata Pantai Panjang dibobol maling pada tanggal 12 Februari lalu.

Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mendapat identitas para pelaku. Hingga akhirnya keempat pelaku berhasil ditangkap di Kelurahan Sawah Lebar. Ini disampaikan Kapolres Bengkulu AKBP. Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.IK melalui Kapolsek Ratu Agung Iptu. Todorio kepada RB.

“Berawal tersangka TI, MA dan CA duduk di warnet sambil minum tuak. Lalu tersangka TI dan MA pergi ke TKP. Kedua tersangka masuk ke TKP mengambil mesin kompresor dengan cara merusak gembok rantai pada kompresor. Mereka juga mengambil 2 buah velg mobil dan 1 buah dongkrak. Barang-barang itu mereka sembunyikan di Sawah Lebar,” ungkap Todorio.

Kemudian tersangka TI dan MA kembali lagi ke warnet. Saat bertemu dengan tersangka CA, tersangka TI memintanya menjualkan barang-barang tersebut. keesokan harinya, CA membawa 2 buah velg mobil dan 1 buang dongkrak untuk dijual. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta.

Sedangkan untuk tersangka AS terkait dengan TKP berbeda yakni di Jalan Merapi 12 RT 19 RW 1 Kelurahan Kebun Tebeng. AS saat beraksi bersama dengan tersangka TI. Pada tanggal 15 maret 2019, tersangka AS dan tersangka TI membobol rumah korban bernama Oktavia Rahmawati di TKP.

Tersangka AS mencongkel jendela rumah korban menggunakan parang lalu masuk mengambil 1 buah handphone yang berada di atas meja TV. Ia juga nyaris membawa kabur sepeda motor korban namun kepergok oleh korban sehingga tersangka AS langsung kabur. Sedangkan 1 unit handphone yang berhasil diambilnya diserahkan kepada tersangka TI untuk dijual.

“Pengakuan tersangka AS, sebelum beraksi itu dia isap lem dulu sampai 4 kaleng. Kita masih dalami lagi karena diduga para tersangka ini juga pernah beraksi di TKP lainnya. Dugaan kita belasan TKP. Mereka kita jerat pasal pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara,” demikian Todorio.(tew)

Berita Lainnya

Bertambah, Tsk BBM jadi Tujuh Orang

BENGKULU – Jumlah tersangka (tsk) yang mengunjal bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar ...

error: Content is protected !!