Sabtu , 17 Agustus 2019
Home / Metropolis / Masalah Banjir, Masih Tunggu Lahan Warga

Masalah Banjir, Masih Tunggu Lahan Warga

GENANG: Banjir yang selalu menggenang di kawasan Tanjung Agung Dan Tanjung Jaya ketika hujan turun, karena tidak adanya jalan air keluar. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Setiap musim hujan dengan intensitas tinggi terjadi, kawasan Tanjung Agung Dan Tanjung Jaya selalu terendam banjir. Hal itu dikarenakan kawasan tersebut berada di dataran rendah dan ada sungai besar di sana. Untuk mengatasi banjir sendiri tidak ada solusi selain dari pembangunan danau buatan atau waduk.

Wakil Ketua 2 DPRD Kota Bengkulu, Tengku Zulkarnain mengatakan satu-satunya solusi yang dilakukan adalah  dengan membangun danau buatan atau waduk. Akan tetapi masalahnya adalah pembebasan lahan yang mana Pemkot tidak memiliki anggaran untuk ganti rugi lahan warga. Untuk itu, Pemkot sendiri sudah memikirkan solusi yang mana menawarkan kebijakan lahan tersebut.

Yang mana nantinya lahan tersebut masih tetap milik masyarakat hanya pembangunanya akan di lakukan oleh Pemkot, dan hasilnya akan dikembalikan kepada masyarakat. Akan tetapi, sampai hari ini belum ada warga yang bersedia untuk menghibahkan lahannnya untuk dibuat waduk.

“Pemerintah yang membangun dan hak miliknya masih punya warga, sudah hitung anggaran yang bisa untuk membangun waduk, akan tetapi sampai saat ini belum ada warga yangbersedia mengibahkan lahannya untuk dibangun waduk,”ujarnya.

Ia menambahkan, Kalau ada danau buatan tentunya memiliki tempat resapan air. Nantinya tidak akan ada lagi warga yang kebanjiran di sekitaran Tanjung Agung dan Tanjung Jaya. Ia mengakui bahwa DPRD selalu memantau dan akan ikut membantu merealisasikan adanya pembangunan waduk disana karena pembangunan waduk tersebut merupakan kepentingan masyarakat disana agar terbebas dari banjir.

Waduk yang akan di garap tersebut memakan luas lahan seluas 11 hektare yang mana apabila sudah terealisasi nantinya juga bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar mulai dari kawasan destinasi wisata, budidaya ikan dan lainnya.

“Kami mendukung penuh program Pemkot tersebut, apalagi itu menyangkut kepentingan masyarakat Kota Bengkulu,semoga segera dapat terealisasi,”pungkasnya.

Sementara itu, warga Tanjung Jaya RT 1 RW 1 Yunita Wati (42) mengaku tidak tidak leluasa beraktifitas apabila sedang terjadi banjir.  Ia mengakui bahwa banjir terjadi setiap hujan dengan intensitas tinggi. Ia pun mengaku sudah mendengar solusi yang dibuat pemerintah. Akan tetapi masih terkendala lahan.

Selama masih terkendala masalah lahan, ia berharap pemerintah dapat menalangi sementara masalah banjir ini dengan memperbaiki aliran air untuk mengurangi volume air yang tergenang. “Harapan kami pemerintah dapat memikirkan solusi sementara sambil menunggu realiasi waduk itu, kami minta tolong saluran air dapat diperbaiki,”pungkasnya.(cw1)

Berita Lainnya

Kenang Perjuangan Fatmawati, Gubernur Rohidin Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Lokasi Cagar Budaya

BENGKULU-Kemeriahan  HUT RI Ke-47 tahun 2019 di Provinsi Bengkulu, semakin khidmat dengan dilaksanakannya pengibaran Sang ...

error: Content is protected !!