Senin , 22 April 2019
Home / Daerah / Seluma / Warga Minta Sertifikat Prona Segera Dibagikan

Warga Minta Sertifikat Prona Segera Dibagikan

I Nyoman Merthadana

LUBUK SANDI – Penantian panjang warga Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi yang hingga saat ini belum berujung. Sudah hampir dua tahun warga menunggu dibagikannya sertifikat tanah mereka dari Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).  Program Prona sertifikat tanah 130 bidang lahan milik warga itu di tahun 2017, hingga saat ini belum ada kepastian kapan dibagikan ke pemilik tanah.

Warga saat itu juga telah menyetorkan biaya yang diminta oleh Kades Tumbuan Suhardiman (sekarang mantan,red). ‘’Kami menuntut agar sertifikat yang belum dibagikan dan masih di tangan mantan kades bisa di bagikan. Karena semua biaya yang diminta telah kami lunasi,’’ sampai Mukti Ahli, warga Desa Tumbuan yang belum menerima sertifikat tersebut, Jumat(12/4).

Hal senada juga disampaikan Ikham (40). Warga bingung mau bertanya ke siapa soal sertifikat itu. ‘’Mau tanya ke mantan kades, susah menemuinya jadi kami bingung sekarang,’’ tukas Ikham.

Untuk itu kata Ikham, dirinya meminta agar Polres Seluma segera mengusut tuntas permasalahan ini. Karena warga sangat membutuhkan sertifikat tersebut untuk kejelasan status hukum tanah milik mereka.

‘’Sampai saat ini tidak ada itikad baik dari mantan kades dan perangkatnya untuk mengembalikan uang yang sudah dipungut atau membagikan sertifikat tersebut,’’ sampai Ikham.

Terpisah, Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP. Rizka Fadhilah, SH, S.Ik mengatakan pihaknya masih mengusut dugaan pungli pembuatan sertifikat Prona Desa Tumbuan tersebut. Saat ini pihaknya masih mengumpukan dokumen atau alat bukti dugaan pungli.

“Statusnya masih penyelidikan. Untuk pemeriksaan saksi sudah kita lakukan termasuk mantan kades dan perangkatnya. Saat ini kita masih mencari alat bukti dokumen dugaan pungli. Jika itu sudah kita dapatkan, maka akan segera kita gelar perkara untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan,’’ sampai Rizka.

Sekadar mengingat, tahun 2017 Desa Tumbuan menerima kuota penerbitan sertifikat Prona dari ATR/BPN Seluma sebanyak 426 persil. Hanya saja, dalam pengurusan sertifikat tersebut, warga diminta oleh mantan kades biaya yang besarannya bervariasi untuk pekarangan rumah dikenakan biaya Rp 500 ribu-Rp 700 ribu. Sementara untuk sertifikat lahan kebun dipungut biaya Rp 1 juta per persil atau bidang tanah.(aba)

Berita Lainnya

15 Wajah Baru di DPRD Seluma, Ketua DPRD Kaur Jatah Partai Golkar

SELUMA – Sebanyak 15 caleg wajah baru berdasarkan hasil perolehan suara Pemilu 2019 untuk DPRD ...

error: Content is protected !!