Senin , 22 Juli 2019
Home / Berita utama / 100 CJH Belum Melunasi BPIH

100 CJH Belum Melunasi BPIH

BENGKULU – Tahap 1 Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ditutup Senin (15/4). Menjelang H-1 penutupan, dari kuota Calon Jamaah Haji  (CJH) Bengkulu sebanyak 1.641 orang, masih ada yang belum melakukan pelunasan. Sebanyak 100 CJH lagi yang belum melunasi BPIH.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs.H. Bustasar, MS, M.Pd didampingi Kabid Haji dan Umroh Drs. H. Ramlan, M.HI mengatakan sejak dibuka pada 19 Maret 2019, CJH Bengkulu mayoritas melakukan pelunasan dan hanya tersisa 100 CJH.

Bustasar menjelaskan batas akhir pelunasan BPIH tahap 1 berdasarkan jadwal akan ditutup pada 15 April 2019 pukul 15:00 WIB. Diharapkan seluruh CJH yang mendapatkan giliran keberangkatan tahun ini bisa melakukan pelunasan sebelum jadwal ditutup. Pihaknya juga sudah menyampaikan imbauan kepada para kepala seksi haji dan umrah Kantor Kemenag Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu agar memberitahukan kembali kepada CJH yang belum melakukan pelunasan untuk segera melunasi BPIH. “Kita tunggu sampai hari Senin, semoga semua jamaah sudah bisa melakukan pelunasan,” harapnya.

Ditambahkan Ramlan, setelah pelunasan BPIH tahap 1 ini masih ada jadwal pelunasan BPIH tahap ke-2. Dibuka mulai tanggal 30 April sampai 10 Mei 2019. CJH yang berhak melunasi BPIH tahap 2 ini, seperti CJH yang berhak melunasi pada tahap I, namun pada saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran, yang nomor porsinya telah masuk alokasi kuota tahun 1440H/2019 M, yang sudah berstatus haji, yang akan menjadi pendamping bagi jamaah haji lanjut usia (minimal 75 tahun), yang telah melunasi pada tahap I dengan syarat pendamping harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama.

Selanjutnya, penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua yang terpisah dengan syarat jamaah yang akan digabungkan juga harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama, lanjut usia minimal 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019 yang telah memiliki nomor porsi dan terdaftar haji reguler sebelum tanggal 1 Januari 2017, yang masuk nomor porsi berikutnya berdasarkan database Siskohat sebanyak 5 orang cadangan jumlah kuota provinsi dan/atau kabupaten/kota yang berstatus belum haji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

Bagi CJH yang belum melunasi tahun ini, sambung Ramlan, maka dianggap mengundurkan diri dari keberangkatan tahun ini, dan diprioritaskan berangkat tahun depan. Namun bila 3 tahun berturut-turut tidak juga melakukan pelunasan, maka nomor  antrean keberangkatan CJH ini kembali ke semula layaknya baru mendapatkan nomor porsi keberangkatan. “Kalau dia CJH sudah 3 tahun menunda, maka selanjutnya baru 24 tahun kemudian dapat jatah berangkat lagi,” terang Ramlan.

Bila ada CJH yang menunda keberangkatannya tahun ini, terang Ramlan, maka CJH yang nomor urut di bawahnya diprioritaskan sebagai pengganti. Tidak bisa lagi diganti dengan keluarga. CJH cadangan ini boleh membayar pelunasan BPIH. Tapi dengan syarat kalau tidak ada CJH yang membatalkan atau menunda keberangkatannya maka CJH cadangan ini tidak bisa menuntut untuk diberangkatkan. “Tunggu sampai jadwal pelunasan selesai baru kita tahu, berapa yang menunda keberangkatan atau karena berhalangan,” bebernya.

Ramlan menambahkan untuk CJH yang sudah pernah naik haji tahun sebelumnya maka oleh pemerintah Arab Saudi dikenakan biaya tambahan, yaitu biaya visa sebesar 2000 Riyal Arab Saudi (SAR). Ini juga diberlakukan bagi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang sudah pernah berhaji sesuai data pemerintah Arab Saudi. Pembayaran biaya visa ini dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH.

Sementara itu, Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Provinsi Bengkulu masih melaksanakan tahapan seleksi. Setelah pendaftaran ditutup dengan jumlah pelamar sebanyak 55 orang. Selanjutnya panitia  menyeleksi berkas administrasi persyaratan peserta. Bagi peserta yang lulus seleksi administrasi akan melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu tes tertulis uji kompetensi yang rencananya dilaksanakan usai pemilu.

“Masih seleksi berkas, nanti kita umumkan nama-nama yang lulus sekaligus jadwal dan lokasi tes tertulisnya. Karena ini masih tahapan, jadi untuk pelunasan BPIH TPHD di gelombang ke-2,” ungkap Ketua Timsel Petugas Haji Daerah Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri.

Tim Promotif Preventif Haji

Tenaga kesehatan menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Salah satu tim garda depan yang diandalkan adalah tim promotif preventif (TPP). Rencananya ada 22 tenaga kesehatan yang akan melayani 221.000 jamaah dari 13 embarkasi.

Pada ibadah haji kali ini ada enam dokter umum dan satu dokter spesialis yang menjadi TPP. Selain itu juga ada tiga peawat dan 12 orang dari kesehatan masyarakat.       ”TPP kerjanya turun ke lapangan. Tidak sekadar mengenalkan APD (alat pelindung diri) ke jamaah,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka.

APD yang didistribusikan antara lain masker, payung, sandal kepada jamaah, dan memberikan oralit atau nutrisi cair khususnya saat puncak haji di Armina. Eka menekankan agar seluruh anggota TPP memahami benar petunjuk teknis dan menguasai materi edukasi kesehatan yang akan disampaikan kepada jamaah.

TPP ialah tim yang bertugas melakukan upaya promotif dan preventif kepada jamaah haji Indonesia. Lingkup kerja TPP akan berada pada tiga hal yaitu: promosi kesehatan, perlindungan khusus, dan diagnosis dini. Upaya promotif dilakukan dengan memberikan penyuluhan kesehatan tentang pengenalan terhadap faktor risiko, gejala, dan pencegahan penyakit. Selain itu juga penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga pencegahan terkena heat stroke.

”TPP mesti memahami situasi. Identifikasi lokus (tempat, Red) dan waktu kritis. TPP harus bisa memandirikan jemaah,” tutur Eka.

Penyelenggaraan ibadah haji umumnya akan dibagi menjadi tiga fase yakni pra-Armina (Arafah-Mina), Armina dan pasca-Armina. Dalam pelaksanaan tugasnya nanti, TPP akan dibagi ke setiap kloter, sektor, dan daerah kerja. Pada fase Armina, tim dibagi ke setiap pos jaga dan bertugas berdasarkan shift waktu kerja.

Selain TPP, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) bidang kesehatan ada Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) dan Tim Gerak Cepat (TGC). PPIH nantinya bekerjasama dnegan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang bergabung dengan kloter.(key/lyn)

Berita Lainnya

Beliung : Beli Untung Sepeda Motor Honda

BENGKULU – Beli Untung Sepeda Motor Honda merupakan program yang ditujukan untuk konsumen setia Honda ...

error: Content is protected !!