Minggu , 21 April 2019
Home / Berita utama / Kawal 1.778 Surat Suara, KPU Jemput Langsung, Dibawa Lewat Pesawat

Kawal 1.778 Surat Suara, KPU Jemput Langsung, Dibawa Lewat Pesawat

SIMULASI: KPU Kota Bengkulu bersama KPPS menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara suara, Sabtu (13/4). (foto : wahyu/rb)

BENGKULU – H-3 menjelang pencoblosan Pemilu 17 April 2019, Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra memastikan tidak ada lagi permasalahan logistik. Kekurangan surat suara pasca pensortiran sebanyak 18.792 lembar sudah diterima masing-masing kabupaten/kota.

Sedangkan 1.778 lembar lagi yang merupakan tambahan kekurangan surat suara, langsung dibawa perwakilan KPU Provinsi Bengkulu yang mengawalnya dari percetakan di Jakarta ke Bengkulu. “Sebanyak 18.792 lembar surat suara dikirim melalui jalan darat, dan sudah tiba di masing-masing KPU Kabupaten/Kota. Untuk 1.778 lembar lagi langsung dijemput KPU dan dibawa lewat pesawat ke Bengkulu,” terang Irwan.

Sementara untuk pendistribusian logistik pemilu, KPU sudah lebih dulu mendistribusikan logistik pemilu untuk Pulau Enggano dengan bantuan kapal milik TNI AL, Kamis (11/4). Direncanakan selanjutnya pendistribusian pada 15 April untuk TPS sulit yang medannya tidak bisa dilalui dengan menggunakan mobil atau motor biasa. Antisipasi TPS sulit ini, KPU menyiapkan kendaraan roda 2 yang didesain khusus bisa melewati medan sulit. “Pendistribusian terakhir ke TPS-TPS sebagian besar dilaksanakan H-1 pada 16 April untuk daerah yang dekat, dan aksesnya mudah dijangkau,” ujar Irwan.

Mulai Masa Tenang

Batas akhir tahapan kampanye yang dilaksanakan oleh peserta Pemilu 2019, Sabtu (13/4). Hari ini dimulai masa tenang hingga Selasa (16/4) dan selanjutnya pencoblosan Rabu (17/4).

Irwan Saputra menerangkan KPU Provinsi sudah melayangkan surat pemberitahuan batas akhir kampanye Pemilu 2019. Kepada tim kampanye presiden dan wakil presiden tingkat Provinsi Bengkulu, pimpinan partai politik, calon anggota DPD RI, dan pimpinan media cetak dan elektronik. Hal serupa juga dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota.

Irwan berharap seluruh peserta pemilu khususnya di Bengkulu bisa mematuhi peraturan selama masa tenang ini, tidak boleh lagi melakukan kampanye apapun bentuknya. Bila masih melanggar, ancaman sanksinya bisa dipidana. Irwan juga mengimbau kepada warga yang memiliki hak pilih dapat menggunakan hak pilihnya tersebut dengan hadir ke TPS.

“Ada 5 surat suara, dan kita harapkan saat datang ke TPS pemilih sudah menentukan pilihannya. Jangan sampai golput karena suara anda menentukan masa depan daerah dan negara ke depannya. Ini momen lima tahun sekali jangan ketinggalan,” imbaunya.

Terpisah, Anggota Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Bengkulu Halid Syaifullah mengatakan selama masa tenang tidak ada lagi Alat Peraga Kampanye (APK) dan bahan kampanye. Termasuk tidak boleh lagi berkampanye baik melalui media cetak, elektonik serta postingan di media sosial (medsos). “Seluruh kegiatan kampanye sudah tidak dilaksanakan lagi terhitung mulai tanggal 14 April,” kata Halid, kemarin.

Hari ini, sambung Halid, Bawaslu dibantu Panwascam dan Satpol PP akan berpatroli untuk memastikan seluruh APK dan bahan kampanye sudah tidak ada lagi terpasang, baik berupa baliho, spanduk maupun iklan melalui media dan postingan di medsos. Bila masih ditemukan masih ada baliho atau spanduk peserta pemilu maka akan langsung ditertibkan.

“Kalau APK lama belum dibersihkan, kita masih bisa maklumi mungkin tertinggal. Tapi kalau dipasang baru itu bisa disanksi termasuk jika masih berkampanye, itu pelanggaran,” tegasnya.

Simulasi Pemungutan Suara

KPU Kota Bengkulu menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suarat suara pemilu bertempat di Gedung Gunung Bungkuk Eks STQ, kemarin (13/4). Simulasi ini merupakan simulasi terakhir sebelum 17 April mendatang, dengan melibatkan seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)di Kota Bengkulu.

Dalam simulasi itu tampak tahapan perhitungan suara dimulai dari surat suara pilpres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan Kota.

“Kegiatan hari ini (kemarin) merupakan simulasi untuk gambaran umum saja dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Apalagi pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi, jadi harus persiapan yang matang,” kata Komisioner KPU Kota, Deby Harianto S.Sos.

Deby berharap, dengan simulasi tersebut KPPS lebih matang lagi dalam menjalankan tugasnya pada hari H nanti. Sehingga memahami secara detail setiap tahapan mulai dari pendataan, rekapitulasi serta teknis penghitungan surat suara.

“Dalam kegiatan simulasi ini ada PPK, PPS, Panwas dan stakeholder lainnya sehingga sama-sama memastikan kesiapan dalam pelaksanaan 17 April nanti,” ujarnya.

Lanjut Deby,  pihaknya optimis dengan pemahaman yang mendalam dari setiap tingkatan penyelenggara dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan di lapangan. “Apabila ada kesalahan atau kekeliruan pada hari H, tentu akan berlaku mekanisme sesuai aturan, maka di sana nanti ada panwas dan saksi yang akan berperan. Artinya kita lihat dulu seperti apa tingkat kekeliruan atau kesalahan itu,” paparnya.(key/new)

Berita Lainnya

Macet, Pohon Tumbang di Jalan Lintas Padang Panjang

KOTA MANNA – Hujan deras yang mengguyur Kota Manna Jumat (19/4) malam sekitar pukul 22.30 ...

error: Content is protected !!