Minggu , 21 April 2019
Home / Breaking News / Ada 3 Proyek Jalan Bantuan DAK Senilai 18,2 Miliar

Ada 3 Proyek Jalan Bantuan DAK Senilai 18,2 Miliar

KEPAHIANG – Selain mendapatkan bantuan penyertaan modal dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 60 miliar, yang akan digunakan untuk percepatan pembangunan daerah. Tahun ini Kabupaten Kepahiang juga akan melakukan peningkatan pembangunan dengan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK).

Bahkan diketahui ada 3 item pembangunan jalan yang nantinya akan dibiayai oleh DAK, yakni peningkatan jalan lingkar Desa Padat Karya – Pelangkian Kecamatan Kepahiang senilai Rp 6,1 miliar, peningkatan jalan Desa Tertik – Talang Benteng Kecamatan Tebat Karai senilai Rp 4,8 miliar, dan peningkatan jalan lingkar Sumber Sari Kecamatan Kabawetan senilai Rp 7,3 miliar. Ketiga peningkatan jalan ini akan dibangun dari jenis lapen menjadi  Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC).

Menanggapi rencana percepatan pembangunan tersebut, DPRD Kabupaten Kepahiang mengharapkan kepada Pemkab Kepahiang, agar bisa memaksimalkan kemampuan para kontraktor lokal Kabupaten Kepahiang saja. Hal ini dilakukan agar terjadinya perputaran ekonomi di daerah, sehingga memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang, Andrian Defandra, SE, mengungkapkan pihaknya berharap dalam pengelolaan anggaran tersebut Pemkab Kepahiang bisa lebih selektif dalam melakukan pelelangan, dengan mengutamakan perusahaan lokal yang profesional dalam pengerjaan infrastruktur.

Ia juga berharap penyertaan modal kepada PT SMI dan DAK ini bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Kepahiang. Untuk itu ia berharap Pemkab bisa memilih dan menyeleksi kontraktor lokal untuk mengerjakan pembangunan, karena hanya kontraktor lokal yang memang mempekerjakan masyarakat Kepahiang dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya.

“Kita di Kepahiang memiliki banyak kontraktor yang sangat profesional dan memiliki kualitas kerja yang bisa diajak kerjasama oleh Pemkab dalam pembangunan. Sehingga pembangunan ini benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat,” beber Andrian.

Kendati menyarankan untuk menggunakan kontraktor lokal, Andrian juga meminta Pemkab Kepahiang melakukan seleksi yang ketat sebelum menggunakan jasa pihak rekanan tersebut. Menurutnya walaupun dikerjakan oleh kontraktor lokal, namun hasil pekerjaan haruslah berkualitas. Ini juga menjadi tantangan bagi para perusahaan konstruksi lokal, agar bisa bekerja dengan baik jika ingin bekerjasama dengan pemerintah.

“Perusahaan konstruksi lokal juga harus bekerja profesional. Jangan sampai pekerjaan yang asal-asalan berdampak pada kedepannya jasa konstruksi tersebut tidak ada lagi yang mau bekerjasama,” demikian Andrian. (sly)

 

 

Berita Lainnya

Prabowo Kuasai Kepahiang

KEPAHIANG – Berdasarkan data sementara yang dihimpun RB, pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden ...

error: Content is protected !!