Senin , 22 April 2019
Home / Probis / Bawang Sumbang Inflasi

Bawang Sumbang Inflasi

Mirza Adityaswara

JAKARTA – Menjelang pilpres sekaligus Ramadan, inflasi April diprediksi sedikit melonjak. Berdasar hasil survei inflasi Bank Indonesia (BI) pekan kedua April, indeks harga konsumen mencapai 0,25 persen. Sedangkan secara year to date (ytd) 2,64 persen. Inflasi April secara keseluruhan diproyeksi berada di kisaran 0,2–0,26 persen. “Kami perkirakan (inflasi) 2019 ini berada dalam batas bawah range BI,” ungkap Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di kompleks gedung BI.

Mirza melanjutkan, inflasi pada April banyak dipengaruhi naiknya harga beberapa komoditas volatile food. Khususnya bawang, baik bawang merah maupun bawang putih. Dia menguraikan, kenaikan harga bawang merah mencapai 18 persen secara month-to-month (mtm). Sedangkan perubahan harga bawang putih 21,6 persen mtm. ’’Memang kenaikan (harga bawang merah dan putih) cukup tinggi. Jadi, harus kita kendalikan (harga) bawang-bawangan ini,” lanjutnya.

Selain harga bawang, kata Mirza, harga beberapa komoditas bahan pangan naik. Yakni, tomat buah, yang angka kenaikan harganya 28 persen secara mtm. “Jadi, untuk April ini masih volatile food (yang memengaruhi inflasi),” imbuhnya.

Ekonom Bhima Yudhistira mengungkapkan, inflasi April memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ada beberapa faktor yang membuat inflasi bulan keempat ini bakal menyentuh kisaran 0,2–0,26 persen. Di antaranya, faktor seasonal di mana menjelang Ramadan yang jatuh pada Mei ini terjadi kenaikan permintaan bahan makanan. Tingginya permintaan itu mendorong kenaikan harga jual bahan pangan di pasar. ’’Tidak heran harga produk seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai serta daging sapi rentan meningkat,’’ katanya kemarin.

Selain faktor musiman, Bhima menguraikan, ada faktor cuaca. Faktor cuaca saat ini berdampak negatif kepada beberapa komoditas pertanian sehingga berpotensi mengganggu pasokan pangan. Faktor berikutnya adalah tarif angkutan udara yang masih mahal. Mahalnya tarif angkutan udara tersebut berkontribusi terhadap inflasi April. Sebab, upaya menurunkan harga melalui regulasi dianggap belum efektif. “Yang terakhir adalah faktor naiknya uang beredar sebagai efek dari pemilu. Ini juga akan mendorong inflasi,” ujarnya.(ken/c4/oki)

Berita Lainnya

Pemesanan Seragam Sekolah Meningkat

BENGKULU – Tahun ajaran baru sekolah yang akan dimulai Juli mendatang, rupanya sudah berimbas pada ...

error: Content is protected !!