Kamis , 25 April 2019
Home / Breaking News / Bengkulu Lepas Landas, Bandara Fatmawati Soekarno Menuju Bandara Internasional

Bengkulu Lepas Landas, Bandara Fatmawati Soekarno Menuju Bandara Internasional

BENGKULU – Diarsiteki Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, Provinsi Bengkulu menuju lepas landas dari ketertinggalan. Ada beberapa indikator yang berhasil dicapai oleh Provinsi Bengkulu dalam menyejahterakan masyarakatnya. Mulai dari tingkat kemiskinan yang turun ke angka 15,52 persen per Maret 2018, hingga faktor pembangunan Bengkulu yang terus menggeliat.

Terbaru, melalui lobinya Gubernur Bengkulu berhasil membuka keterisolasian Bengkulu, sebagai salah satu provinsi yang berada di pesisir barat Sumatera. Melalui program pengembangan bandara Fatmawati Soekarno menuju bandara internasional. Mewujudkan hal ini, Bandara kebanggaan masyarakat Provinsi Bengkulu ini akan dikelola oleh PT Angka Pura II. Prosesnya saat ini tinggal menunggu penandatangan perjanjian kerjasama pengelolaan  (KSP).

Kemudian isolasi Bengkulu dari Sumatera bagian tengah juga telah terbuka. Melalui pembangunan jalan tol Bengkulu-Palembang, konektisitas Provinsi Bengkulu semakin terbuka lebar. Jalan tol sepanjang 330 kilometer tersebut dalam proses pengadaan lahan pembangunan. “Dengan terbukanya konektisitas, ini akan berujung pada peningkatan ekonomi Provinsi Bengkulu,” kata Rohidin.

Selain itu juga pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pulau Baai, akan mengintegrasikan keterbukaan konektisitas Provinsi Bengkulu. Saat ini Bengkulu sudah mulai menjaring investor untuk bisa menanamkan investasi di Bengkulu. Terutama investor di bidang perkebunan kelapa sawit, karet, kopi serta industry lainnya.

Seperti Bandara Fatmawati Soekarno, Rohidin mengatakan untuk penambahan rute penerbangan memang sangat diperlukan, mengingat mobilitas warga yang tinggi. Bengkulu yang berada di kawasan barat pesisir Samudera Hindia merupakan daerah yang strategis. Sehingga pengembangan dan peningkatan bandara menjadi sangat penting. “Percepatan pengoperasian bandara secara otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional sekaligus akan berdampak dalam pengendalian inflasi,” terangnya.

Dia mengatakan penambahan penerbangan domestik dan luar negeri juga harus dilakukan oleh PT Angkasa Pura II yang akan mengelola Bandara Fatmawati Soekarno. Tambahan pertama rute Bengkulu-Bandung, Bengkulu-Sumatera Utara dan Bengkulu-Jogjakarta. Kemudian untuk rute luar negeri, Bengkulu-Malaysia, Bengkulu-Singapura. “Ini mobilitas masyarakat Bengkulu yang tinggi. Ini bisa menjadi bahan perencanaan awal untuk menambah penerbangan,” katanya.

Pengembangan bandara ke depan yang refresentatif dan aman. Maka proses pengembangannya, seperti persiapan penambahan area bandara untuk perpanjangan runway dan kawasan aero city juga harus mulai difikirkan bersama dengan Pemerintah Kota Bengkulu. Kawasan bisnis di sekitar bandara juga harus mulai diplaning. “Sehingga betul2 berkembang dengan kawasan bisnis baru. Pengembangan pemanfaatan ruang harus terakomodir mereview tata ruang kota  untuk kepentingan itu,” katanya.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin juga sudah bertemu langsung dengan Rohidin saat meninjau Bandara Fatmawati Soekarno di akhir Maret lalu. Dia menjelaskan, PT Angkasa Pura II berkomitmen dengan Kementerian Perhubungan RI secepatnya mengalihkan Bandara Fatmawati Soekarno dari UPBU Kemenhub RI ke Angkasa Pura. Saat ini proses yang sedang berjalan adalah verifikasi aset barang milik negara atau kekayaan negara  oleh Kementerian Keuangan dan didampingi PT Angkasa Pura. Kegiatan ini  sudah dilakukan sejak 11 Maret lalu. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penghitungan aset ini dilakukan hingga 30 hari untuk memfinalkannya. “Berdasarkan inventarisir barang milik negara (Bandara Fatmawati) ini akan keluar formula perjanjian kerjasama pemanfaatan, nanti kami sebagai operator bandara  menjalankan kewajiban terhadap negara,” katanya.

Konsep kerjasama yang akan dilakukan adalah pengelolaan aset barang milik negara. Operator Bandar Udara berkewajiban membayar kontribusi bagi hasil barang milik negara. Operator bandara yang mengambil alih akan membuat pernyataan pembayaran didepan berapa aset yang akan dibangun selama kerjasama pengelolaan itu. Dia menjelaskan PT Angkasa Pura II  sudah ajukan ke Kementerian Perhubungan, bahwa mereka mengalokasikan dana Rp 443 miliar yang akan menjadi tambahan aset baru di Bandara Fatmawati. “Nilainya bisa berkembang tergantung kebutuhan dan rencana bisnis bandara,” katanya.

PT Angkasa Pura II akan menjadikan bandara ini menjadi bandara berkelas internasional. Pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno dipercaya akan menunjang pengembangan aksesbilitas dan konektivitas Provinsi Bengkulu. Pengembangan fasilitas pokok mulai dari pengembangan fasilitas terminal dan fasilitas sisi udara akan dilakukan mulai tahun 2019 dengan estimasi investasi Rp 70 milyar dari total Rp 434 yang disiapkan untuk jangga waktu 30 tahun. Pola Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara ini dapat menghemat APBN. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden RI sebelunya ketika kunjungannya ke Provinsi Bengkulu.

“Melihat laju pergerakkan penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno yang mencapai 1.068.450 penumpang di tahun 2018 telah melebihi dari kapasitas terminal eksistingnya yang hanya 500 ribu penumpang per tahun. Pergerakan pesawat yang mencapai 9.751 pesawat per tahun dan 4.132 ton pergerakan cargo menunjukkan ada prosepek yang cukup baik kedepannya,” paparnya.

Untuk menunjang performa layanan sisi udara Bandara Fatmawati Soekarno pun akan dikembangkan. Dengan memperpanjang Landas Pacu Pesawat yang semula 2.250 x 45 meter.  Serta akan juga dilakukan perluasan apron pesawat yang saat ini hanya dapat mengakomodir 6 parking stand. “Dengan sejumlah penembangan yang sedang dilakukan, bandara membutuhkan tambahan lahan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas bandara diperluas menjadi 265 Ha yang sebelumnya hanya 197Ha. Hal ini membutuhkan dukungan penuh dari Pemprov agar dapat membantu proses pelaksanaannya,” terangnya.(del)

Tol Penggerak Ekonomi Bengkulu

PROYEK jalan tol Trans Sumatera koridor pendukung Palembang-Bengkulu, dimulai. Terbagi dalam beberapa seksi, jalan tol sepanjang 95,8 km Bengkulu-Lubuklinggau ditargetkan tuntas Desember 2022. Pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu diawali dengan trase Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 km. Dari Simpang Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Benteng. Dimulai dari pembebasan lahan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini setelah perjanjian kerjasama diteken, dan ditargetkan pekerjaan konstruksi Juli 2019-Maret 2021.

Kepahiang-Taba Penanjung dengan panjang ruas jalan 23,7 km dengan target penyelesaian dimulai dari Januari 2021 hingga Desember 2022 untuk pembangunan fisik, dan pembebasan lahan Oktober 2020-Februari 2022. Sedangkan trase Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)-Kepahiang dengan panjang ruas jalan 54,5 Km ditargetkan dimulai pembangunan fisik April 2020 hingga Januari 2022, dengan target penyelesaian pembebasan lahan mulai Januari-September 2020.

“Panjang tol ada 329, 3 km dan untuk di Bengkulu sendiri ada 95,8 km dengan dana investasi Rp 33,12 triliun,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang ikut menyaksikan langsung penandatangan kerjasama antara Kementerian PUPR diwakili Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR dengan Direktur Utama PT HK pada 15 Maret lalu

Sementara itu Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah mengatakan pembangunan jalan tol di Bengkulu merupakan salah satu dari 4 program strategis nasional yang ada di Provinsi Bengkulu untuk membuka keterisoliran Bengkulu. Nantinya bukan hanya Bengkulu yang akan merasakan manfaatnya tapi juga dapat menjadi solusi 4 provinsi besar yang ada di Sumatera. Dengan kajian yang dilakukan bersama Bank Indonesia dan BPS, program strategis ini bisa meningkatkan 1 digit pertumbuhan ekonomi.

“Berbatasan dengan 4 provinsi besar dan secara geografis di Barat ada Samudera Hindia, dan di timur memanjang Bukit Barisan sesungguhnya Bengkulu adalah wilayah yang strategis,” kata Rohidin.

Lanjutnya, mengembangkan Pulau Baai menjadi pelabuhan internasional dikoneksikan dengan rel kereta api, peningkatan Bandara Fatmawati menjadi bandara internasional, dan keberadaan jalan tol akan mengangkat perekonomian Bengkulu dan daerah pertumbuhan ekonomi baru di Barat Sumatera.(key)

Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Diatas Rata-Rata

DARI sisi struktur ekonomi Provinsi Bengkulu keadaannya sehat. Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu diatas rata-rata provinsi yang ada di Sumatera, pengendalian inflasi di bawah rata-rata di Sumatera, angka pengangguran berada di posisi tiga terbaik nasional. Dengan kondisi ekonomi makro tersebut merupakan modal untuk menggerakkan akselerasi perekonomian Bengkulu sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu yang saat ini masih menjadi tantangan Provinsi Bengkulu.

BPS Bengkulu melansir, angka kemiskin di Provinsi Bengkulu turun 1 digit dalam beberapa tahun akhir ini. Sebagai bentuk komitmen bersama dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta komitmen bupati/walikota dengan melakukan penandatanganan komitmen bersama saat musrenbang belum lama ini.

“Posisi kita sekarang 15,41 persen. target kita turun 1 digit setiap tahun sehingga pada 2021 diangka 13 sekian persen itu sudah masuk posisi menengah. Komitmen kita minta juga dari kabupaten/kota,” bebernya.

Dari sektor kekayaan alam, Provinsi Bengkulu Penghasil kopi terbesar ke tiga nasional (86.746 ha kopi robusta dengan produksi 55.333,34 ton). Kemudian  potensi batubara mencapai 169 juta ton, potensi sawit  dari 300.451 ha luas lahan perkebunan dengan produksi 738,751 ton/tahun, produksi CPO 81 juta mt/tahun. Sedangkan  potensi karet dari 170.622 ha luas perkebunan, produksi lateks mencapai 100.018 ton/tahun. Begitu juga dengan kekayaan lautnya. Produksi perikanan tangkap mencapai 100.000 ton per tahun, Perikanan budaya mencapai 200.000 ton/tahun. Ini menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat dalam melepaskan diri dari kemiskinan.(key)

Berita Lainnya

#Cari_aman Dulu, Baru Naik Motor

BENGKULU – #Cari_aman baru naik motor merupakan tema yang diangkat oleh Safety Riding Astra Motor ...

error: Content is protected !!