Minggu , 21 April 2019
Home / Metropolis / Golput Tinggi, Lurah dan Camat Dievaluasi

Golput Tinggi, Lurah dan Camat Dievaluasi

BENGKULU – Ini informasi penting bagi seluruh lurah dan camat se-Kota Bengkulu. Pasalnya Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para lurah dan camat berkaitan dalam peningkatan partisipasi pemilu 2019.

“Jadi ketika disalahsatu kelurahan dan kecamatan itu tingkat partisipasinya sangat rendah. Tentu akan menjadi evaluasi kita bersama. Karena dalam pesta demokrasi ini bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih, lurah dan camat harus ikut gencar melakukan sosialisasi dilapangan,” terang Helmi.

Helmi juga menerangkan, dalam pelaksanaan pemilu yang akan dilaksanakan 17 April mendatang, diketahui Aparatur Sipil Negara (ASN) diliburkan secara nasional. “Maka dari itu seluruh ASN harus ikut memilih dalam pemilu ini. Sebab suksesnya pelaksanaan pemilu ini semua pihak harus terlibat,” tambahnya.

Selain itu Helmi juga mengimbau, agar sejumlah ASN untuk tetap menjaga netralitas dalam pemilu kali ini. Pihaknya berharap dan yakin ASN terkhusus di pemerintah kota  akan menjaga nama baik pemerintah kota. “Kinerja ASN sudah diatur dalam undang-undang berlaku. Jadi bila kedapatan (tidak netral) maka ASN harus menerima sesuai sanksi yang ada,” jelasnya.

Dalam pesta demokrasi ini, menurut Helmi, masyarakat harus tetap menjaga sikap yang baik dan menghargai perbedaan pilihan dalam pemilu. Untuk itu ia menghimbau, masyarakat untuk terlibat dalam menyukseskan pemilu. “Tidak perlu kita saling gondok-gondokan, apalagi terpecah bela karena beda pilihan. Karena ini pesta demokrasi. Jadi harus senang dan gembira,” pungkasnya.

 

Buruh Juga Libur

Sementara itu, pemerintah telah menetapkan 17 April sebagai hari libur nasional. Berlaku bagi pegawai perkantoran pemerintah hingga swasta. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu Drs. Sudoto mendesak para pengusaha untuk mematuhi surat edaran (SE) Menteri Ketenaga Kerjaan, nomor 1 tahun 2019 tentang Hari Libur Bagi Pekerja/Buruh pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Umum tahun 2019.

Dimana buruh harus diliburkan untuk menggunakan hak pilihnya. Sudoto juga menegaskan, Dinaskenrtrans juga sudah mengirimkan surat edaran  tentang hari libur bagi pekerja/buruh itu ke seluruh perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu. “Pengusaha harus meliburkan seluruh buruhnya. Sehingga mereka bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 ini,” terang Sudoto.

Jika tidak memberikan waktu bagi pekerjanya datang ke TPS menggunakan hak pilih, maka perusahaan tersebut sudah melanggar. Tentu Disnakertrans akan menindaklanjuti hal tersebut, ketika ada laporan dari buruh yang masuk ke mereka.

“Ya menyalahi aturan lah kalau tidak meliburkan pegawainya,” terangnya.

Jika memang ada pekerjaan yang harus ditangani oleh buruh di hari Rabu (17/4) tersebut, maka perusahaan harus mengatur waktu untuk buruh bisa menggunakan hak pilihnya. Sehingga tidak menghilangkan hak demokrasi mereka. Kemudian jam kerja di tanggal tersebut dianggap lembur. Perusahaan harus memberikan kompensasi berupa uang lembur dan hak lainnya bagi buruh yang dipekerjakan di hari libur.

“Semua haknya harus diberikan,” terangnya. Sudoto mengatakan ada tiga ribu lebih usaha yang beroperasi di Provinsi Bengkulu. Mereka mempekerjakan karyawan untuk usahanya tersebut. “Seluruhnya harus mematuhi aturan tersebut,” tutupnya.(new/del)

Berita Lainnya

Blanko E-KTP Kosong, Dukcapil Andalkan Suket

BENGKULU –  Ketersediaan blangko e-KTP (KTP elektronik) di Kota Bengkulu kembali mengalami kekosongan. Kekosongan blangko ...

error: Content is protected !!