Rabu , 24 Juli 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Indek Kerawanan Pemilu di Rejang Lebong Tembus 56,66

Indek Kerawanan Pemilu di Rejang Lebong Tembus 56,66

EKSPOSE : Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu dan Komisisioner Panwaslu Kabupaten RL menggelar ekspos TPS rawan hasil kampanye rapat umum dan pelanggaran lainnya Sabtu malam lalu. (foto : wanda/rb)

CURUP – Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (13/4) malam menggelar kegiatan ekspos Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan hasil kampanye Rapat Umum dan pelanggaran lainnya. Kegiatan yang dihadiri Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu Divisi Pengawasan Patimah Siregar, dipusatkan di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan.

Patimah mengungkapkan kalau Indek Kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten Rejang Lebong, mencapai 56,66. Angka tersebut lebih tinggi dari IKP Provinsi Bengkulu yang rata-rata hanya 50,37 dan IKP secara nasional yang berada di angka 49,63. Hal ini berdasarkan rilis Bawaslu RI sesuai pelaksanaan pengawasan sejak tahapan pemilu serentak sampai dengan masa kampanye.

Dilanjutkan Patimah, tingginya IKP di Kabupaten Rejang Lebong, juga merupakan hasil pemetaan pengawas di 806 TPS yang ada. Hal ini dirilis juga dalam rangka untuk memaksimalkan tugas pokok seluruh elemen, baik dari sisi pengawasan pemilu maupun fungsing pengamanan pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.

Dijelaskan Patimah, jumlah IKP di Rejang Lebong, ini berdasarkan berbagai variabel, yaitu diantaranya variabel kontestasi, dimana kontestan baik caleg maupun peserta pemilu yang berada pada angka 85,17. Lalu variabel partisipasi politik yang mencapai 53,03 yang memungkinkan masih adanya politik uang. Kemudian angka variabel penyelenggara pemilu yang adil dengan angka 52,28.

Dimana kemungkinan banyak penyelenggara pemilu yang terindikasi tidak netral dan saat kampanye ikut mengkampanyekan. Kemudian, sambung Patimah, dengan kondisi tersebut, Kabupaten RL masuk dalam cluster I kerawanan pemilu. Ini berdasarkan variable yang bisa saja terjadi masa tenang maupun rekapitulasi hasil pemilu 17 April 2019. Kemungkinan tersebut yaitu pada terjadinya gangguan keamanan. Begitu juga kemungkinan akan terjadinya aksi kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara pemilu.

Serta kemungkinan terjadinya perusakan fasilitas maupun terjadinya kerusuhan pasca penghitungan suara.

“Hanya saja, kemungkinan-kemungkinan tersebut tetap bisa diantisipasi dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan sejak awal, termasuk dengan adanya kegiatan ekspose yang kita lakukan hari ini (Sabtu malam, red). Apalagi dengan pengamanan yang begitu ketat dilakukan oleh aparat penegak hukum serta pengawasan yang dilakukan berbagai elemen,’’ imbuh Patimah.(dtk)

 

Berita Lainnya

Alat Berat Terbalik Operator Tewas

SINDANG DATARAN – Kejadian nahas dialami Nana Sudrajat (23) warga Desa Kampung Baru (Pal Batu) ...

error: Content is protected !!