Kamis , 18 Juli 2019
Home / Metropolis / Penerapan Satu Jalur Jalan Soeprapto Belum Jelas

Penerapan Satu Jalur Jalan Soeprapto Belum Jelas

TERTUNDA: Penerapan satu jalur Jalan Soeprapro sampai kini tidak jelas nasibnya. Padahal, bangunan batas median Jalan Soeprapto yang terlanjur dibongkar sebagian. (foto: dok/rb)

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan merevitalisasi kawasan Soeprapto dengan  mengubah jalur Jalan Soeprapto menjadi satu jalur (one way) hingga kemarin (14/4), belum ada kepastian lagi. Hingga mendapat kritikan dari kalangan DPRD Kota Bengkulu.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales, SH, MH, menilai, rencana penerapan satu jalur belum ada konsep yang secara jelas. Terlebih lagi sejumlah para pedagang yang berjualan diseputaran tersebut tidak ada dilibatkan.

“Sejauh ini belum ada lagi tindaklanjut soal rencana penerapan satu jalur itu seperti apa. Apalagi kawasan media jalan di simpang jamik itu sudah dihancurkan. Maka seharusnya ada kepastian dari pemkot kapan penerapannya. Bila tidak penerapannya jadi pemkot juga harus menyampaikan resmi,” terang Suimi.

Menurut Suimi, seharusnya jika pemkot ingin mengubah kawasan soeprapto satu jalur itu harus sosialisasi dengan melibatkan pedagang dan warga sekitar.  “Sebab kita lihat para pedagang dan warga sekitar sejauh ini tidak pernah dilibatkan. Atinya rencana penerapan ini tidak punya konsep yang jelas,” kritik Suimi.

Selain itu Suimi menambahkan, bahwa pembangunan pusat bisnis harus mengutamakan  fasilitas yang memadahi, lantaran agar berimbas terhadap jumlah konsumen yang akan mengunjungi kawasan tersebut, sehingga perekonomian Kota Bengkulu akan lebih menggeliat.

“Sebab konsep yang jelas itu juga harus dilihat aspek para pedagang disana. Sebab jika pemberlakukan satu jalur tentu, suasananya mungkin tak seramai sekarang nantinya. Ya pinsipnya untuk menarik minat konsumen dalam kawasan bisnis itu, yang utama adalah kawasan bisnis itu harus nyaman dahulu,” beber Suimi.

Lebih lanjut dikatakan Suimi, meski nantinya rencana revitalisasi kawasan soeprapto dengan mengubah penerapan satu jalur tetap dilakukan Pemda Kota nantinya dapat berjalan dengan baik. Namun tantangan terberat dalam proses revitalisasi tersebut berasal dari masyarakat. Terutama sikap masyarakat untuk menerima perubahan.

“Pemerintah juga harus mengkaji dan menyikapinya dengan bijak dalam hal penataan kawasan soeprapto itu, supaya nantinya tidak menimbulkan gejolak berkepanjangan. Makanya perlu sosialisasi gencar dahulu termasuk juga melibatkan DPRD,” jelasnya.

Senada disampaikan Anggota Komisi II Iswandi Ruslan menilai, apabila rencana revitalisasi kawasan soeprapto akan direalisasi, setidaknya harus ada nilai jualnya yang ditampilkan dengan ciri khas tersendiri.  Bukan hanya sekedar merubah kawasan satu jalur semata.

“Sebetulnya kawasan Soeprapto itu akan dijadikan seperti apa? apakah khusus pasar seni atau pasar wisata dan lain sebagainya. Karena kalau konsep atau nilai jual yang ditawarkan belum jelas arahnya seperti apa. Tentu tidak begitu pengaruh geliat perekonomian di Kota Bengkulu. Jadi harus dikaji secara matang,” papar Iswandi.

Untuk diketahui sebelumnya, rencana one way itu akan diterapkan awal Desember 2018 lalu. Namun ditunda dan akan diujicoba saat malam pergantian tahun baru 2019. Namun lagi-lagi rencana ini batal dilaksanakan. Dari informasi diperoleh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga mengundang Satlantas Polres Bengkulu akan kembali menggelar rapat untuk membahas rencana penerapan one way tersebut untuk tahun ini.(new)

Berita Lainnya

PUPR, Serapan Anggaran Terendah

BENGKULU – Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi, SE, MM memimpin langsung rapat evaluasi dan pengawasan ...

error: Content is protected !!