Rabu , 26 Juni 2019
Home / Breaking News / Tak Pelanggaran Pidana 3 WNA Asal Jepang Hanya Disanksi Deportasi

Tak Pelanggaran Pidana 3 WNA Asal Jepang Hanya Disanksi Deportasi

JUMPA PERS : Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal saat menggelar jumpa pers terkait deportasi tiga warga negara asing (WNA) asal Jepang. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU – Tiga warga negara asing (WNA) asal Jepang masing-masing, Masahiko Yoshikawa (51), Kobayasi Mao (30), dan Mamoru Owada (71) pada Senin (15/4) siang dideportasi pihak Kantor Imigrasi kelas 1 Bengkulu ke negara asalnya.  Ketiganya diberangkatkan dari bandara Fatmawati Bengkulu dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 635 kemudian melanjutkan penerbangan dari Jakarta menuju Haneda (Tokyo) dengan menggunakan pesawat Garuda GA895.

“Ketiganya kami berikan tindakan administrasi keimigrasian karena telah ditemukan unsur pelanggaran keimigrasian namun tidak ditemukan unsur pidana keimigrasian nya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal.

Samsu Rizal menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui ketiga WNA asal Jepang ini melakukan pengamatan serangga jenis kumbang dan kupu-kupu di daerah Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan hasil pemeriksaan ketiganya merupakan komunitas pecinta kupu-kupu yang memiliki hobi mengoleksi jenis kupu-kupu. “Dari ketiga Wena tersebut diketahui bahwa 2 orang menggunakan bebas visa kunjungan singkat dan 1 orang menggunakan Visa on Arrival untuk datang berkunjung ke Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut Samsul Rizal mengatakan jika sesuai standar operasional prosedur atau sop dalam proses deportasi ini tiga orang petugas imigrasi mengawal langsung guna memastikan ketiga WNI yang dideportasi tersebut benar-benar berangkat ke negaranya. “Ketiga WNA tersebut melanggar pasal 122 huruf A undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 yaitu setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya. Mereka dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian disertai dengan penangkalan Sesuai dengan pasal 75 ayat 2 huruf F undang-undang nomor 5 tahun 2011 tentang keimigrasian,” pungkasnya. (zie)

Berita Lainnya

Rohidin: Pemimpin Itu Harus Menginspirasi

BENGKULU – Sebanyak 40 pejabat eselon IV dari 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan ...

error: Content is protected !!