Minggu , 21 April 2019
Home / Metropolis / 96 CJH Terancam Gagal Berangkat

96 CJH Terancam Gagal Berangkat

Pelunasan BPIH Tahap 1

BENGKULU – Tahap 1 Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ditutup, Senin. Sebanyak 96 Calon Jamaah Haji (CJH) Bengkulu belum melakukan pelunasan. CJH ini masih diberikan kesempatan untuk melunasi BPIH pada tahap 2, yaitu 30 April-10 Mei. Bila tidak juga melunasi maka CJH ini bisa gagal berangkat tahun ini.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs. H. Bustasar, MS, M.Pd didampingi Kabid Haji dan Umrah, Drs. H. Ramlan, M.HI mengatakan, pada tahap 1 pelunasanan BPIH yang sudah dibuka sejak 19 Maret 2019 lalu dan berakhir kemarin (15/4), masih ada 96 lagi CJH belum melunasi. Dengan persentase lunas sebesar 94,15 persen dari total kuota keberangkatan Provinsi Bengkulu sebanyak 1.641 CJH (selengkapnya lihat grafis). “Tinggal 96 lagi dari kuota 1.641 CJH termasuk TPHD. Masih ada tahap 2 untuk pelunasan bagi yang belum,” ujar Ramlan.

Ramlan menerangkan setelah pelunasan BPIH tahap 1 ini masih ada jadwal pelunasan BPIH tahap ke-2. Dibuka mulai 30 April sampai 10 Mei 2019. CJH yang berhak melunasi BPIH tahap 2 ini, seperti CJH yang berhak melunasi pada tahap I namun pada saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran yang nomor porsinya telah masuk alokasi kuota tahun 1440H/2019M yang sudah berstatus haji. Kemudian, yang akan menjadi pendamping bagi jamaah haji lanjut usia (minimal 75 tahun) yang telah melunasi pada tahap I dengan syarat pendamping harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama.

Lalu, penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua yang terpisah dengan syarat jamaah yang akan digabungkan juga harus terdaftar sebelum 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama, lanjut usia minimal 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019 yang telah memiliki nomor porsi dan terdaftar haji reguler sebelum tanggal 1 Januari 2017, yang masuk nomor porsi berikutnya berdasarkan database Siskohat sebanyak 5 orang cadangan jumlah kuota provinsi dan/atau kabupaten/kota yang berstatus belum haji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

“Kalau tidak juga melunasi hingga tahap 2 ditutup, dianggap mengundurkan diri dari keberangkatan tahun ini. CJH yang nomor urut di bawahnya diprioritaskan sebagai pengganti,” beber Ramlan.

Sementara untuk CJH cadangan ini, sambungnya,  boleh membayar pelunasan BPIH. tapi dengan syarat kalau tidak ada CJH yang membatalkan atau menunda keberangkatannya maka CJH cadangan ini tidak bisa menuntut untuk diberangkatkan. Saat ini untuk CJH yang sudah melakukan rekam biometrik sudah mencapai 98,48 persen, atau sudah sebanyak 1.609 CJH dari kuota 1.641. “Tunggu sampai jadwal pelunasan selesai baru kita tahu, berapa yang menunda keberangkatan,” jelasnya.

Ramlan menambahkan, untuk CJH yang sudah pernah naik haji tahun sebelumnya maka oleh pemerintah Arab Saudi dikenakan biaya tambahan, yaitu biaya visa sebesar 2000 Saudi Arabia Riyal (SAR). Ini juga diberlakukan bagi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang sudah pernah berhaji sesuai data pemerintah Arab Saudi. Pembayaran biaya visa ini dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH. (key)

Berita Lainnya

Blanko E-KTP Kosong, Dukcapil Andalkan Suket

BENGKULU –  Ketersediaan blangko e-KTP (KTP elektronik) di Kota Bengkulu kembali mengalami kekosongan. Kekosongan blangko ...

error: Content is protected !!