Jumat , 18 Oktober 2019
Home / Metropolis / Pasar Panorama Masih Belum Nyaman

Pasar Panorama Masih Belum Nyaman

JADI SOROTAN: Kawasan Pasar Panorama terus menjadi sorotan terkait penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot), lantaran pelayanan masih nihil diberikan pada pedagang. (foto: wahyu/rb)

BENGKULU – Penataan kawasan Pasar Panorama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) terus mendapat sorotan, terutama dari kalangan pedagang. Ini lantaran pelayanan yang diberikan Pemkot Bengkulu masih dirasakan nihil oleh pedagang.

Terbukti sejumlah pedagang yang sudah pindah berjualan di dalam, tetap dipungut retribusi pelayanan pasar, namun belum ada timbal balik yang diberikan pemerintah kepada pedagang secara maksimal.

“Kita setuju pasar ditata dengan baik. Namun pemerintah juga jangan terkesan lepas tangan dengan pedagang. Kami juga pindah ke dalam ini dipungut retribusi. Sementara pendapatan kami juga belum ada peningkatan, dibandingkan dengan jualan di luar dulu. Seharusnya pemerintah memberikan pelayanan yang maksimal kepada pedagang,” ungkap Nanto (49), salah satu pedagang Sembako dan sayuran di Pasar Panorama, Senin (15/4).

Diungkapkan Nanto, untuk itu Pemerintah Kota harus benar-benar memberikan kenyamanan pedagang dalam berjualan. Salah satunya pemerintah bisa mengatur pedagang pendatang baru untuk tidak berjualan secara sembarangan yang melanggar aturan.

“Seharusnya pemerintah juga harus lebih baik lagi dalam menata kawasan pasar tidak sekedar meminta pedagang jualan ke dalam saja,” imbuhnya.

Senada disampaikan Sriyati (46), pedagang Sembako Pasar Panorama, dalam memberikan pelayanan pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.  “Ya paling tidak ada timbal baliknya. Seperti fasilitas ada yang rusak ya segera diperbaiki. Sebab kalau hanya sekedar memungut retribusi saja, tanpa ada timbal balik ya rawan gejolak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Rena Anggraini, mengatakan, seharusnya langkah dan teknis pelayanan yang diberikan pedagang tersebut, yakni pemerintah menjamin kenyamanan pedagang dalam berjualan. Seperti menyediakan sarana dan prasana yang memadai di tiap pasar tradisional.

“Sebab pedagang tradisional itu perlu dukungan penuh dari pemerintah. Salah satunya pemerintah harus memberikan jaminan kepada pedagang dalam berjualan. Karena jika itu tidak dilakukan (pelayanan maksimal, red), artinya itu berarti sama saja membuat sengsara pedagang. Apalagi namanya pelayanan pasar, ya wajib berikan pelayanan yang terbaik bagi pedagang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rena, dalam waktu dekat pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan pihak terkait membahas soal penataan pasar tersebut. Ia juga mengungkapkan, bahwa Kota Bengkulu ini merupakan ibukota provinsi. Sehingga butuh perhatian lebih dari Pemda Provinsi untuk mendukung bantuan anggaran infrastuktur untuk pengembangan pasar tradisional.

“Sebab jika kita hanya mengandalkan APBD Kota saja tentu sangat terbatas. Tentu untuk penataan pasar ini jadi lebih baik, perlu bantuan yang banyak dari Pemda Provinsi. Makanya hal ini akan kita bahas bersama,” pungkasnya. (new)

Berita Lainnya

Pelapis Tebing Perumahan Rawan

BENGKULU – Rombongan Komisi II DPRD Kota Bengkulu menggelar inspeksi mendadak (sidak) terkait adanya laporan ...

error: Content is protected !!