Minggu , 21 April 2019
Home / Breaking News / Pengusutan Dam Parit Mandeg, Diduga Kejari ‘’Masuk Angin’’

Pengusutan Dam Parit Mandeg, Diduga Kejari ‘’Masuk Angin’’

PELABAI – Laporan masyarakat terkait pembangunan 21 dam parit dan 4 embung tahun anggaran 2018, belum ada titik terangnya. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong belum juga menyimpulkan hasil pengumpulan data dan keterangan (pulbaket). Alhasil belum bisa dipastikan dugaan penyelewengan di balik proyek Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong senilai Rp 3,5 miliar itu bakal berlanjut ke penyelidikan (lid) atau tidak.

Tokoh masyarakat Kabupaten Lebong, Rozi Antoni meminta tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebong segera menyimpulkan hasil pulbaket. Jika memang tidak ditemukan indikasi pidana segera disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan tanya di masyarakat. ‘’Kalau ditemukan indikasi pidananya melalui fakta dan alat bukti yang relevan, kami minta segera diperiksa pihak-pihak terkait agar tidak ada dugaan Kejari masuk angin,’’ kata Rozi.

Proses pulbaket yang memakan waktu sampai 4 bulan, dinilainya terlalu lama. Sementara indikasi penyimpangan sangat jelas, beberapa fisik pekerjaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) itu tidak dilaksanakan oleh kelompok tani (poktan). Melainkan diserahkan ke kontraktor dengan modus memakai nama poktan. ‘’Ditambah beberapa fisik pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak,’’ terang Rozi.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Endang Sudarma, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Yogi Sudharsono, SH mengaku masih mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber. Dipastikannya usai Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April, sudah ada kejelasan sikap Kejari atas laporan dugaan penyimpangan di balik pengerjaan 21 dam parit dan 4 embung itu. ‘’Kami belum bisa menyampaikan hasil pulbaket sekarang, yang jelas nanti akan kami sampaikan setelah pulbaket rampung,’’ ungkap Yogi.

Dilansir sebelumnya, pekerjaan dam parit dan embung ini dilaporkan ke Kejari lantaran dinilai tidak memberi manfaat bagi masyarakat karena spesifikasi pekerjaan diduga asal. Bahkan pekerjaan di sejumlah titik sempat diprotes warga karena lahan sawahnya rusak akibat proses pengerjaan. Termasuk beberapa titik yang progres fisiknya hingga Desember belum selesai. Namun yang paling mencuat soal teknis pekerjaan yang dipihaktigakan alias dikerjakan kontraktor, bukan dikerjakan poktan.

Dalam perkara ini, tim penyidik sempat memanggil Kepala Disperkan Kabupaten Lebong, Emiwati, SE, M.Ak guna klarifikasi. Termasuk mantan Kabid Prasarana dan Sarana, Disperkan Kabupaten Lebong, Afri Hardiansyah, ST yang kini dimutasi menjabat kepala seksi (kasi) di Kantor Camat Rimbo Pengadang. Namun hasilnya belum diketahui. (sca)

Berita Lainnya

Dalmuji, Eddy dan Mustarani Bersaing

PELABAI – Kabar soal Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Utara, Mustarani Abidin, SH, M.Si calon ...

error: Content is protected !!