Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Ganti Rugi Lahan Harus Dituntaskan

Ganti Rugi Lahan Harus Dituntaskan

Suimi Fales

BENGKULU – Tuntutan pihak alih waris lahan SDN 62 Kota Bengkulu agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu membayar lunas ganti rugi lahan tahun ini mendapat reaksi dari Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales, SH, MH. Ia menilai, bahwa DPRD kota sejak awal terus mengawal persoalan tersebut. Salahsatunya berkaitan soal ganti rugi lahan yang dibayarkan.

“Saat pembahasan Rancangan APBD lalu, kita sempat bertanya kepada Pemkot soal kesanggupan pembayaran awal nilai satu miliar itu, apakah sudah mendapat persetujuan pihak alih waris. Kemudian tim pemkot menyatakan sudah ada kesepakatan, untuk dibayar awal satu miliar dulu. Sementara sisanya lagi pembayaran akan dianggarkan dalam APBD perubahan,” terang Suimi.

Dijelaskan Suimi, pihak alih waris sebetulnya tidak perlu melakukan gertak sambal berkaitan ingin pembayaran secara lunas tersebut. Sebab menurut Anggota Banggar ini, bahwa kekurangan anggaran soal ganti rugi tersebut tergantung dari Pemkot yang harus mengusulkan lagi nantinya.

“Jadi intinya kekurangan ganti rugi itu pemkot harus segera mengusulkan lagi, agar nantinya dibahas bersama DPRD kota. Karena sejak awal dewan akan selalu siap membahas dan mengawal persoalan tersebut. Dan pihak alih waris juga bersabar. Sebab jika melakukan gertak-gertak itu kasian dampak psikologis anak yang bersekolah itu,” bebernya.

Selain itu soal ganti rugi lahan tersebut, menurut Suimi, memang harus dituntaskan tahun ini. Sebab sengketa lahan SDN 62 Kota Bengkulu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan dibuktikan putusan pengadilan Mahkamah Agung (MA) bahwa pemilik alih waris secara sah.

“Kita juga tidak menginginkan masalah ini terus berpolemik kepanjangan. Sebab apalagi SDN 62 itu masih aktif proses belajar dan mengajarnya. Kasian bila ini tidak segera dituntaskan. Maka dari itu kita harap pemkot juga bijak dalam hal ini,” jelasnya.

Sementara disisi lain, salahsatu wali murid SDN 62, M Yanuar (49) menuturkan, belum adanya kepastian penyelesaian masalah sengketa tanah SDN 62 dengan pihak ahli waris tersebut bisa berdampak pada mental dan psikologis anak menjadi terganggu. Pasalnya anak murid tidak tahu sebab menyebabnya kenapa sekolah mereka tersebut tak kunjung tuntas tersebut.

“Kalau pemkot tidak sanggup ganti rugi. Sebaiknya pemkot harus mencari tempat pengganti yang layak saja. Sebab kita menyesekolahkan anak kita itu bayar. Jangan nanti sekolah disegel lagi seperti dulu, malah anak kami terlantar kembali belajar diluar lagi nantinya. Apalagi masalah ini sudah cukup lama. Kita melihat mental anak kita terganggu kasian juga,” ungkapnya.

Dilansir RB sebelumnya, sengketa ganti rugi lahan SDN 62 Kota Bengkulu di Jalan Dempo Gang Rukun Kelurahan Sawah Lebar, hingga Minggu (14/4) belum kunjung ada kejelasan alias “menggantung”. Padahal soal pembayaran ganti rugi dari hasil tim Appraisal (penilaian) yang meyebutkan harga tanah senilai Rp 3,4 Miliar, sudah lama keluar.

Namun sampai kini Pemkot Bengkulu belum juga membayarkan tuntutan itu kepada ahli waris Atiah.  Kuasa Hukum Ahli Waris Lahan SDN 62, Jecky Haryanto, SH mengatakan, meski pihaknya sudah bertemu dengan pemkot mengenai pembayaran ganti rugi tersebut namun dalam pertemuan yang dilaksanakan beberapa hari lalu masih alot belum ada kepastian.(new)

Berita Lainnya

Gelombang Tinggi Hantam Laut Bengkulu

BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pulau Baai Bengkulu kembali merilis ...

error: Content is protected !!