Senin , 22 Juli 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Kopi Diharapkan Bisa Tekan Inflasi

Kopi Diharapkan Bisa Tekan Inflasi

PANEN: Kadis Pertanian Kabupaten Kepahiang, Hernawan, SPKP menunjukkan salah satu hasil panen kopi di Kabupaten Kepahiang. (foto : arie/rb)

KEPAHIANG – Program peningkatan produksi kopi di Kabupaten Kepahiang yang saat ini sedang dilakukan Pemkab Kepahiang, diharapkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kepahiang, mampu menstabilkan dan menekan angka inflasi daerah di Kabupaten Kepahiang. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kepahiang, Neti Herawati, S.Sos kepada RB, Rabu (17/4).

Menurutnya, selain dengan program peningkatan produksi kopi, pengambangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta peningkatan hasil peternakan juga memiliki pengaruh yang besar dalam mengendalikan angka inflasi. Untuk itu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kepahiang agar mampu mendorong seluruh program tersebut berjalan sukses.

“Banyak inovasi yang bisa kita lakukan, khususnya dari sektor pertanian dan peternakan. Jikalau BUMDes bisa ikut dilibatkan dalam hal ini, kita yakin angka inflasi daerah mampu ditekan sedemikian hingga. Tinggal lagi ke depannya bagaimana kita bersinergi dalam program-program ini,” jelas Wabup.

Ia juga mengatakan, untuk menjaga kestabilan inflasi daerah, pihaknya telah mengintruksikan beberapa OPD seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan instansi terkait harus bekerja maksimal. Sehingga angka inflasi di wilayah Kabupaten Kepahiang ini terus berjalan dengan normal sesuai dengan yang diharapkan.

“Angka inflasi di Kabupaten Kepahiang bisa menyesuaikan dengan angka inflasi tingkat nasional. Untuk itu kita harus harus tetap bekerja sama membangun hal ini sesuai dengan intruksi dari Pemerintah Provinsi,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Pemkab Kepahiang dalam waktu dekat akan segera menggelontorkan dana mencapai Rp 2,5 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan kopi. Jika tidak ada kendala, pada pertengahan tahun 2019 mendatang pembangunan pabrik pengolahan kopi tersebut akan dibangun di Desa Temdak Kecamatan Seberang Musi.

Diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM, saat ini pihaknya masih merampungkan proses sertifikasi lahan yang akan dijadikan area pembangunan. Rencananya selain membangun pabrik kopi, Pemkab Kepahiang juga akan menyiapkan beberapa peralatan pengolahan kopi.

“Pembangunan ini akan menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Khusus (DAK), yang bertujuan untuk meningkatkan produksi potensi kopi yang kita miliki. Nantinya pabrik pengolahan kopi ini akan kita kerjasamakan dengan investor yang tertarik mengembangkan produksi kopi Kepahiang,” jelas Zamzami.

Dengan adanya pabrik pengolahan kopi ini nantinya, Pemkab Kepahiang berharap bisa menjadi salah satu momen untuk menggenjot perekonomian masyarakat, minimal dari sisi penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar. Untuk itu dengan semua fasilitas yang telah disiapkan, Pemkab berharap bisa memancing investor untuk bisa menanamkan modal usaha di Kabupaten Kepahiang.

“Kita optimis dengan fasilitas yang kita sediakan ini, para investor bisa datang untuk menanamkan modalnya di wilayah kita, sehingga bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat kita,” demikian Zamzami. (sly)

Berita Lainnya

Pagi Ini, 25 Caleg Terpilih Ditetapkan

KEPAHIANG – Setelah sempat mengalami penundaan sekitar 19 hari, lantaran belum terbitnya Surat Keputusan (SK) ...

error: Content is protected !!