Kamis , 25 April 2019
Home / Metropolis / Pantau Lalu Lintas, Simpang Lima Dipasang ATCS

Pantau Lalu Lintas, Simpang Lima Dipasang ATCS

LALIN: Traffic light Simpang Lima Ratu Samban akan dipasang ATCS untuk mengatur kelancaraan arus lalu lintas dan menghindari penumpukan kendaraan ketika lampu merah. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu akan dipasang Area Traffic Control System (ATCS) pada 2020 mendatang. Pemasangan bertujuan untuk mengatur lalu lintas dengan baik dan menghindari terjadinya penumpukan kendaraan dilampu merah.

ATCS itu nantinya berbentuk kamera pemantau dan juga ada pengeras suaranya. Bila ada tamu negara/ pejabat penting yang akan melintas simpang lima, maka petugas berwenang akan mengatur arus lalu lintas melalui ATCS tersebut yang sudah dilengkapi dengan pengeras suara. Begitupun juga untuk para pelanggar lalu lintas.

Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Darpinuddin melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Hasoloan Sormin membenarkan hal itu. Hal itu untuk memantau dan mengatur arus lalu lintas agar lancar. Ia berharap pemasangan ATCS tersebut dapat terealisasi pada 2020 mendatang yang mana sampai saat ini selalu diusulkan ke pusat.

Sementara itu, salah satu yang sudah dipasang ATCS adalah Simpang Pagar Dewa yang mana merupakan kewenangan langsung dari kementrian. Akan tetapi ATCS tersebut belum beroperasi dengan semestinya karena belum ada teknisi yang memprogramingnya. Nantinya petugas pemantau akan memantau arus lalu lintas di ruangan yang disediakan.

“Selalu diusulkan dan mudah mudahan tahun depan dapat terealisasi, ATCS sendiri akan dapat membantu mengatur lalu lintas secara terpusat dan terkontrol,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, traffic light tenaga surya kurang efisien yang mana sering terjadi error. Maka dari itu lebih baik menggunakan tenaga listrik. Traffic light tenaga surya sendiri menghabiskan anggaran pemeliharaan yang tinggi serta rawan kemalingan yang mana sering terjadi kasus kehilangan akinya.

Untuk itu ia meminta masyarakat selain harus mematuhi traflic light juga harus ikut menjaganya  dengan tidak merusak maupun mengambil komponennya.  Ia juga mengakui sudah beralih ke tenaga listrik untuk menghindari seringnya gangguan dan rawan kemalingan.

“Ya tenaga surya kurang efisien, sering error, kami juga meminta masyarakat untuk sama sama menjaga traffic light,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, untuk di Kota Bengkulu sendiri ada 11 titik traffic light yang masuk kewenangan provinsi yang mana tahun ini ada beberapa traffic light yang rusak dan sedang diusulkan anggaran perbaikan. Traffic light tersebut berada di Simpang Empat Kompi dan Simpang Empat Dinas Kesehatan.

Sedangkan Kabupaten Rejang Lebong tahun ini mendapatkan bantuan berupa traffic light yang akan dipasang di simpang Jalan Sukowati. Ia juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila adanya traffic light yang mengalami kerusakan ataupun eror agar dapat segera diperbaiki.(cw1)

Berita Lainnya

Pemprov Kaji Peluang Rekrut CPNS dan PPK

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengkaji kemungkinan untuk merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ...

error: Content is protected !!