Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / APBD Bengkulu Utara Habis Untuk Bayar Gaji Pegawai

APBD Bengkulu Utara Habis Untuk Bayar Gaji Pegawai

ARGA MAKMUR – Minimnya APBD Bengkulu Utara yang hanya Rp 1,2 triliun tentunya menjadi sulit untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Khususnya pembangunan infrastruktur.     Hampir Rp 330 miliar dari total APBD  dikucurkan untuk membayar 4.500 PNS Bengkulu Utara yang terdiri dari 14 bulan gaji ditambah dengan Tambahan Perbaikan penghasilan (TPP) PNS. Besaran APBD juga wajib dikucurkan Rp 230 miliar untuk Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Sekda Bengkulu Utara Dr. Haryadi, MM, M.Si menuturkan jika memang belanja gaji pegawai Bengkulu Utara memang cukup besar. Namun jika dilihat dari persentase, jumlah dana belanja pegawai Bengkulu Utara masih dibawah 40 persen yang lebih baik dibandingkan kabupaten lain. “Hanya memang jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan Bengkulu Utara, kita masih sangat kurang. Ini yang membut kita harus memutar otak memenuhi kebutuhan pembangunan,” terangnya.

Bengkulu Utara juga sudah berupaya meningkatkan pendapatan APBD melalui peningkatan Pendapatan Asli daerah (PAD). Namun hal itu belum bisa signifikan meningkatkan APBD Bengkulu Utara. “Makanya sejak awal Pak Bupati sudah menegaskan pada seluruh OPD untuk melakukan pendekatan dengan Kementerian masing-masing sehingga ada program yang dikucurkan di Bengkulu Utara,” ujar Sekda.

Selain itu, Pemkab Bengkulu Utara juga sudah melakukan berbagai efisiensi anggaran belanja pertahunnya, terutama non fisik. Pemkab Bengkulu Utara sudah memangkas anggaran perjalanan dinas pejabat lebih dari Rp 6 miliar dan beberapa program non fisik lainnya. “Beberapa tahun ini kita banyak mendapatkan bantuan dari APBN baik itu DAK, program langsung maupun tugas pembatuan. Karena ini salah satu cara untuk menutupi kebutuhan pembanguann fisik di Bengkulu Utara,” pungkas Sekda. (qia)

Berita Lainnya

Semua Plt Cukup Syarat Jadi Kadis

ARGA MAKMUR – Sebanyak 11 Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OPD berpeluang paling besar untuk lulus ...

error: Content is protected !!