Jumat , 24 Mei 2019
Home / Metropolis / Blanko E-KTP Kosong, Dukcapil Andalkan Suket

Blanko E-KTP Kosong, Dukcapil Andalkan Suket

PELAYANAN: Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu, Kamis (18/4) lalu tampak sepi. Ini diakibatkan stok blanko e-KTP Kosong sejak H-2 Pemilu. (foto: yudi/rb)

BENGKULU –  Ketersediaan blangko e-KTP (KTP elektronik) di Kota Bengkulu kembali mengalami kekosongan. Kekosongan blangko itu terjadi sejak H-2 Pemilu yang mana terjadi pelonjakan permintaan pembuatan E-KTP pada saat itu. Bahkan, sudah ada 836 lebih masyarakat yang terpaksa dibuatkan Surat Keterangan (Suket) terlebih dahulu.

Kepala Bidang Pengolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Bengkulu, Nofri Andriyanto membenarkan bahwa saat ini stok blanko e-KTP habis tak tersisa. Kehabisan stok tersebut mulai dari 15 April lalu. Dimana dua hari sebelum pencoblosan terjadi kenaikan permintaan pembuatan e-KTP sebagai syarat mengikuti pemilu.

Untuk mengantisipasi tingginya angka golput, Disdukcapil terpaksa harus membuat Suket sebagai e-KTP sementara sampai ada penambahan blanko baru. Tujuannya agar pemenag suket itu tetap bisa memberikan hak pilihnya pada Pemilu serentak pada Rabu lalu. Dijelaskannya, dari awal Januari sampai saat ini sudah ada 836 masyarakat yang terpaksa dibuatkan Suket terlebih dahulu.

Jumlah tersebut akan tetap bertambah mengingat blanko masih kosong sampai waktu yang belum diketahui. Nantinya masyarakat yang memegang suket bisa menukarkannya e-KTP apabila stok blanko e-KTP sudah ada.

“Setiap diajukan masyarakat akan langsung dicetak karena sudah ada data, akan tetapi baru bisa dicetak saat stok blanko sudah normal,” jelasnya.

Untuk itu, pihak Dukcapil Kota saat ini tengah mengirimkan surat permintaan ke Pemerintah Pusat untuk menambah stok blangko. Apalagi jumlah warga yang belum mencetak e-KTP terhitung masih banyak. Ia mengatakan target permintaan penambahan blanko sendiri sebanyak 10 ribu agar pelayanan dukcapil dapat kembali aktif dan normal.

Pihaknya berharap ketersediaan blangko e-KTP tersebut bisa segera datang. Hal itu dikarenakan setiap harinya banyak sekali masyarakat yang datang untuk membuat e-KTP dan juga banyak yang tidak mau jika hanya dibuatkan suket saja.

“Harapan kita stok blanko dapat segera normal sehingga pelayanan dukcapil lancar, jadi nanti yang sudah merekam dapat langsung dicetak dan apabila baru merekam biasanya 2 sampai 3 hari sudah bisa di cetak e-KTPnya,” tutupnya.

Nofri juga tidak bisa memastikan kapan stok blangko itu akan tersedia. Mengingat pihaknya hanya menunggu kiriman dari pemerintah pusat. “Kalau kapan ada lagi, kita tidak bisa pastikan. Sebab stok blanko di pusat juga sedang tidak normal,” katanya.

Ia juga menambahkan, saat ini perekaman e-KTP warga Bengkulu di Dukcapil Kota Bengkulu sudah menembus angka 95 persen. Ia menyatakan target perekaman sudah tercapai dikarenakan 5 persen sisanya bisa dibilang angka tidak real. Hal itu dikarenakan, Dukcapil sudah melakukan program jemput bola tetapi tidak bisa mencapai 100 persen yang mana timbul kemungkinan angka 5 persen tersebut merupakan masyarakat yang sudah pindah tetapi tidak melapor.(cw1)

Berita Lainnya

Peluang dan Niat, Picu Korupsi

BENGKULU- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar rapat Monitoring Evaluasi (Monev) atas rencana aksi daerah ...

error: Content is protected !!