Senin , 21 Oktober 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Nelayan Minta Kepastian Perumahan

Nelayan Minta Kepastian Perumahan

PERAHU NELAYAN: Lokasi pembangunan perumahan nelayan harus dekat dengan pusat kegiatan nelayan, seperti tempat perahu nelayan diparkirkan untuk memudahkan pengawasannya. (foto: fintah/rb)

BENTENG – Sekitar 1.200 nelayan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), meminta kepastian untuk pendirian rumah nelayan. Apalagi dalam 3 tahun terakhir, rencana pembangunan rumah bagi nelayan yang tidak mampu selalu kandas akibat tidak adanya lahan yang pasti.

“Terakhir kami dengar di Desa Abu Sakim dan sekitarnya, namun batal juga,” jelas Effendi, nelayan di Sungai Lemau, Kecamatan Pondok Kelapa, Jumat (19/4).

Jika hal tersebut memang tidak bisa diperoleh karena terkendala dana, nelayan minta pemerintah menaikkan jumlah anggaran yang akan digunakan untuk pembebasan atau ganti rugi lahan. Sudah dipastikan harga lahan setiap saat selalu naik.

Selain itu, lokasi pembangunan rumah nelayan juga diharapkan tetap berada di kawasan Kecamatan Pondok Kelapa. Mengingat, sepanjang Sungai Hitam hingga Desa Padang Betuah, nelayan Benteng saat ini masih tersebar di sepanjang garis pantai tersebut. “Banyak yang mendirikan tempat tinggal dekat dengan pantai. Hal ini tentunya akan memudahkan kegiatan atau aktivitas para nelayan,” katanya.

Sementara itu, Kadis Pertanahan dan Pemukiman Benteng, Hendri Donald, SH, MH mengaku, pihaknya masih berupaya untuk mencari lahan yang memang harus berada dekat dengan aktivitas nelayan. Anggaran tahun lalu meskipun gagal melakukan pembelian, tahun ini kembali dianggarkan. Namun, Hendri mengaku pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pembayaran jika sudah ada lahan. Tapi, berdasarkan tim kajian yang berasal dari luar OPD-nya. “Pembayaran dilakukan setelah ada rekomendasi dari tim,” ujarnya.

Kendala tahun lalu hasil kajian tim bersama, lahan yang akan dibayar atau diganti rugi tersebut lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah. Sementara luas lahan tak kurang dari 1 hektare dan juga lokasinya memang sudah dinilai pas untuk lokasi pembangunan perumahan nelayan. “Syarat kurang satu, jadi dibatalkan,” demikian Hendri. (vla)

Berita Lainnya

Antisipasi Musim Hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siapkan Perahu

BENTENG – Mengantisipasi musim hujan yang diperkirakan mulai terjadi pada November ini, Badan Penanggulangan Bencana ...

error: Content is protected !!