Selasa , 16 Juli 2019
Home / YouthZ / Lindungi Bumi, Kurangi Limbah Plastik

Lindungi Bumi, Kurangi Limbah Plastik

Kurangi Limbah Plastik

YOUTHZ, setiap 22 April kita memperingati Earth Day atau Hari Bumi. Merupakan peringatan akan lahirnya gerakan lingkungan modern tahun 1970-an. Apa sih upaya nyata yang sudah kamu lakukan untuk  melindungi sumber daya bumi? Yuk mulai sekarang kita ikut memelihara bumi dengan ikut andil dalam gerakan ramah lingkungan.

Caranya cukup dengan dimulai dari diri kita sendiri. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, menghemat penggunaan energi, serta meminimalisir penggunaan plastik.

Ngomongin soal plastik nih guys, sejak 1 Maret 2019 lalu ritel-ritel modern kembali menerapkan pemberlakuan kantong plastik berbayar. Aturan ini sebelumnya pernah diberlakukan tahun 2016 lalu, namun entah kenapa dihentikan.

Sampah kantong plastik memang menjadi ancaman bagi lingkungan. Yap, 90 persen penggunaan kantong plastik berujung pada sampah yang sulit terurai. Selain nggak sedap dipandang, ternyata penumpukan sampah kantong plastik menyumbangkan pencemaran yang sangat parah bagi bumi. Makanya, pemerintah berupaya mengajak kita mengurangi pemakaian kantong plastik.

Pemberlakuan “diet” kantong plastik belakangan ini bertujuan mengurangi tumpukan sampah yang sulit terurai. Sebab, dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun agar sampah kantong plastik benar-benar terurai. Sampah plastik yang sulit terdegradasi pada akhirnya dibuang ke laut dan justru mengganggu ekosistem lain. Yap, dampak nyata sampah kantong plastik nggak hanya dirasakan manusia, tapi juga satwa liar di lingkungan laut.

Puluhan ribu ikan paus, burung, anjing laut, dan penyu terbunuh setiap tahun karena salah mengira kantong plastik sebagai makanan dan sampah kantong plastik di lingkungan laut. Akibatnya, kantong plastik yang nggak dapat dicerna usus karena membutuhkan 1.000 tahun untuk dapat terurai lantas mengakibatkan kematian yang sangat lambat dan menyakitkan.

Menurut Benjamin Bongardt, pakar sampah di The Nature and Biodiversity Conservation Union Germany (NABU), setiap tahun volume sampah plastik makin meningkat dan menjadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan. Selain itu, bahaya kantong plastik ditegaskan Janez Potocnik, komisaris lingkungan Uni Eropa dan politikus Slovenia. “Kantong plastik yang berakhir menjadi sampah menimbulkan kerusakan lingkungan yang sangat besar, terutama untuk ikan dan burung yang menelan partikel plastik itu,” kata Potocnik dalam situs Deutsche Welle.

Pemerintah Indonesia juga udah menunjukkan upaya serius untuk mendukung pengurangan pemakaian sampah plastik. Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa “diet” plastik cukup membawa dampak yang signifikan dalam pengurangan sampah di 27 kota di Indonesia, yaitu dengan pengurangan 25 persen plastik di sektor ritel. Meski sempat terjadi pro-kontra mengenai kebijakan kantong plastik berbayar di toko dan ritel, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat memberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar dengan kisaran harga Rp 200-Rp 500.

Gerakan 3R alias reuse (memakai ulang plastik), reduce (mengurangi pemakaian plastik), dan recycle (mendaur ulang sampah plastik) terus digencarkan berbagai komunitas yang aktif di bidang lingkungan. Kamu pilih yang mana nih? Bawa tas ramah lingkungan yang manis atau kantong plastik yang bikin miris? (deutsche welle/national geographic/tim)

Berita Lainnya

Efek Positif Diet Plastik Jangka Panjang

MEMANG sih efek mengurangi penggunaan kantong plastik nggak langsung terasa. Tapi, kamu harus tahu bahwa ...

error: Content is protected !!