Selasa , 12 November 2019
Home / Berita utama / Tiga Partai Kuasai Tiga Dapil

Tiga Partai Kuasai Tiga Dapil

BENGKULU- Tiga partai diprediksi menguasai tiga daerah pemilihan (Dapil) untuk DPRD Provinsi Bengkulu. Ketiganya, Partai Gerindra, Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Masing-masing Dapil Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan-Kaur dan Seluma.

Sedangkan partai lainnya, ada menguasai dua dapil dari tiga dapil tersebut. Ada yang satu dapil. Ada pula yang tidak sama sekali (Lengkapnya lihat grafis). Hasil real count sementara Harian RB, di Kota Bengkulu perolehan suara Demokrat dari hasil perhitungan suara mencapai 11.786 suara. Kemudian di Dapil Seluma mendapatkan suara 5.353 suara,  Dapil Bengkulu Selatan-Kaur Demokrat berhasil meraih 9.258 suara. Sedangkan Gerindra perolehan suaranya sedikit lebih tinggi dari Demokrat. Di Dapil Kota Bengkulu Gerindra berhasil meraih 11.199 suara. Kemudian di dapil Seluma meraih 7.957 suara. Kemudian dapil Kaur- Bengkulu Selatan berhasil meraih suara 16.758 suara.

PAN di Kota Bengkulu memperolah suara di Kota Bengkulu 16.096 dengan caleg suara tertinggi Dempo Xler dengan 13.000 suara. Seluma partai berlambang matahari tersebut memperoleh 8.142 dengan caleg Billy Dwi Prata (Belum ditambah suara caleg lainnya dan suara partai). Sedangkan dapil Kaur-Bengkulu Selatan 7.830.

Golkar Rebut Kursi Terbanyak DPRD Kaur

Sementara itu, Sepanjang berdirinya Kabupaten Kaur, pemilu tahun 2019 merupakan sejarah baru dari Golkar Kaur. Pasalnya sudah dapat dipastikan kalau pemilu tahun 2019 ini, Golkar di Kaur akan mendapatkan jumlah kursi di DPRD Kaur paling banyak. Dari 25 kursi yang ada di DPRD Kaur diprediksi sementara ini Golkar paling banyak mendapatkan 7 kursi dan paling sedikit 6 kursi.

Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras dari Ketua DPD Golkar Kaur Gusril Fauzi, S.Sos, M.AP serta para pengurus dan caleg  Golkar yang maju di pemilu 2019. Untuk hasil hitungan sementara Golkar diprediksi bisa mendapatkan tujuh kursi, namun DPD Golkar tetap menunggu hasil penghitungan surat suara di KPU Kaur.

“Alhamdulilah dengan kerja keras kita bersama, Golkar tahun ini mengukir sejatah dengan mendapatkan kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Kaur. Dan ini harus terus kita pertahankan ke depan. Kepada warga Kaur saya ucapkan terima kasih karena pemilu berjalan aman dan lancar,” ungkap Ketua DPD Golkar Kabupaten Kaur Gusril Fauzi.

Untuk data sementara Golkar diprediksi mendapatkan suara terbanyak pada pemilu 2019. Di Dapil I Golkar mendapatkan suara lebih kurang sekitar 7.469 suara sementara di Dapil II Golkar berhasil mengumpulkan 1.730 suara. Sementara di Dapil III Golkar berhasil mengumpulkan sekitar 7.613 suara berdasarkan data sementara dari Posko Pemilu 2019 milik Pemkab Kaur.

Dengan jumlah suara yang masuk dari tiga dapil tersebut Golkar diperkirakan akan mendapatkan suara lebih kurang sebanyak 16.812 suara. Kendati demikian Golkar masih menunggu hasil pengumuman hasil pemilu dari KPU Kaur. Kendati demikian suara Golkar sudah dipastikan cukup tinggi pada pemilu 2019 ini.

Sementara itu dari 16 parpol yang ada di Kaur, berdasarkan hasil perhitungan suara sementara ada beberapa parpol yang dipastikan tidak ada perwakilannya di DPRD Kaur 2019 ini. Salah satunya adalah Partai Berkarya, kemudian PSI dan juga Garuda. Untuk PKS dan Hanura yang pemilu lalu tidak masuk, tahun ini dipastikan ada di DPRD Kaur.

Nasdem dan Gerindra Bersaing Ketua DPRD Benteng

Peta persaingan untuk Kursi Pimpinan DPRD Benteng, saat ini diperkirakan akan diperebutkan oleh dua partai yang meraih kursi di 4 Dapil dalam pemilu di Kabupaten Benteng. Partai tersebut adalah Partai Nasdem yang juga dipimpin oleh Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH, MH sebagai Ketua DPW Provinsi Bengkulu, dan Partai Gerindra dengan Ketua DPC, Evi Susanti S.IP.

Evi Susanti yang dikonfirmasi terkait raihan suara kursi yang bakal diperoleh partainya mengatakan bahwa apapun hasil yang didapat, merupakan kerja keras dari seluruh anggota partai dan juga atas dukungan masyarakat Benteng. “Berdasarkan hasil hitungan sementara, semua Dapil terisi untuk kursi di DPRD Benteng,” jelasnya.

Namun, Evi belum mau berkomentar banyak terkait posisi pimpinan di DPRD Benteng. Karena, KPU juga belum menyelesaikan proses penghitungan dari hasil pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Benteng. Pihaknya juga belum bisa memberikan informasi secara rinci karena masih menghormati proses yang ada di KPU Benteng.

Salah satu Caleg Partai Gerindra Benteng yang diperkirakan akan duduk sebagai wakil Rakyat di DPRD Benteng, adalah Hj Elvita Ferry Ramli dari Dapil II Kecamatan Pondok Kelapa dan Pondok Kubang, yang juga istri Bupati Benteng. Saat ini berdasarkan data lapangan, Hj Elvita meraih sekitar 1.877 suara di Dapil II. Unggul atas Caleg lain yang juga incumbent Umar Sanusi.

Ketua KPU Benteng, Drs Brotoseno saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya baru akan melaksanakan pleno tingkat PPK hari ini. “Besok, seluruh PPK akan melaksanakan Pleno,” ujarnya.

Hal ini setelah hasil koordinasi dengan 10 PPK se Kabupaten Benteng. Meskipun Kabupaten Benteng ada 11 Kecamatab, namun Kecamaytan baru hasil pemekaran yakni Semidang Lagan belum mauskd alam daftar Kecamatan di Pemilu tahun 2019.

PDI-P Menang Besar, Golkar dan PAN Menyusul

Perolehan suara DPRD Provinsi dari Dapil Bengkulu Utara (BU) – Bengkulu Tengah (Benteng) sepertinya sesuai dengan prediksi. Suara Partai PDI-Perjuangan dengan Caleg Nomor 3 Andaru Pranata yang juga putra Sulung Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian.  Andaru dipastikan memang besar lantaran ia mendulang suara jauh mendahului lawan-lawannya dari Parpol lain di wilayah Bengkulu Utara. Terutama di wilayah yang memang dengan jumlah pemilih besar di Bengkulu Utara seperti Ketahun, Pinang Raya, Padang Jaya, Putri Hijau dan Giri Mulya dan Kota Arga Makmur.

Jumlah suara tertinggi di wilayah Bengkulu Utara tersebut bisa jadi membuat PDI-P menduduki dua kursi di DPRD Bengkulu Utara untuk dapil Bengkulu Utara – Benteng. Sementara Parpol yang juga meraih suara cukup besar adalah Golkar. Parpol pemenang pemilu di Bengkulu Utara empat tahun lalu tersebut juga meraih suara tak kalah besar dengan caleg mantan Bupati Bengkulu Utara Dr. Ir. HM Imron Rosyadi, MM, M.Si. Imron juga menang telak di beberapa kecamatan di Bengkulu Utara, bahkan Imron juga menapatkan dukungan suara dari Benteng.

Parpol lain yang juga mendulang suara adalah PAN. Meskipun tak signifikan di satu kecamatan, namun PAN hampir memperoleh suara lumayan di tiap Kecamatan di Bengkulu Utara. PAN juga diprediksi akan mendudukan wakilkan dengan suport suara dari wilayah Benteng.  Selain nama-nama itu ada juga nama Yurman Hamedi yang kini memimpin Partai Perindo.

Ketua KPU Bengkulu Utara Roges Mawansyah, SE, ME menuturkan KPU masih terus melakuka perekapan data dari C1 yang dihimpun dari TPS. Data tersebut juga langsung dipublikasikan ke website resmi KPU berikut form C1 hasil scanner. “Jadi kita belum bisa memastikan hasil perolehan suara masing-masing. Saat ini juga tahapan masih dalam pleno PPK,” kata Roges.

KPU Ancam Gugurkan Caleg Terpilih

Ini perhatian bagi 16 parpol peserta pemilu yang ada di Kabupaten Seluma.  Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Seluma sudah mewarning agar seluruh parpol peserta pemilu segera menyampiakan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) pemilu 17 April lalu.

Ketua KPU Seluma, Sarjan Efendi, SE mengatakan terkait hal ini pihaknya sudah mengirimkan surat ke 16 parpol peserta pemilu di Kabupaten Seluma. Dalam surat tersebut disampaikan agar segera menyampaikan LPPDK tersebut paling lambat 2 Mei mendatang.  “KPU Seluma tidak akan merekomendasikan caleg terpilih dari parpol tersebut untuk dilantik, jika LPPDK tidak disampaikan hingga batas waktu yang telah ditentukan tersebut,” tegas Sarjan.

Dijelaskan Sarjan, LPPDK ini sangat penting, sehingga harus dilaporkan setelah pemilu selesai. KPU meminta LPPDK ini sebagai bentuk kejujuran dari parpol bersama calegnya terkait dana penerimaan dan pengeluaran dana saat kampanye.  “LPPDK itu nanti akan diaudit oleh akuntan publik. Untuk itu kami minta agar parpol segera menyampaikan LPPDK, sesuai batas waktu yang telah ditetapkan,” kata Sarjan.

Lanjut Sarjan, pihaknya tidak akan mentolerir jika nantinya ada parpol yang melanggar dengan tidak menyerahkan LPPDK tersebut. Pihaknya tetap berkomitmen tidak akan memberikan rekomendasi pelantikan jika, sampai batas waktunya LPPDK tersebut tidak juga disampaikan oleh parpol peserta pemilu di Kabupaten Seluma.  “Ini aturan, jadi kami hanya melaksanakan. Jika melanggar sanksinya jelas, KPU tidak akan memberikan rekomendasi pelantikan caleg dari parpol tersebut,” ucapnya.

Tambah Sarjan, terkait dana kampanye, parpol boleh menerima bantuan dari pihak lain. Namun tidak diperbolehkan bantuan dana tersebut berasal dari pemerintah dan juga bantuan asing.  “Saya rasa semua parpol telah mengetahui ini, namun tetap akan kita sanksi tegas parpol yang bersangkutan jika dalam audit ditemukan ada yang menerima bantuan dana kampanye dari pemerintah ataupun pihak asing,” pungkas Sarjan.(qia/aba/del/vla/cik)

Berita Lainnya

Hitung Mundur, Pendaftaran CPNS 2019 Mulai Pukul 11.11 PM

BENGKULU– Meskipun sebelumnya BKN sudah merilis pendaftaran CPNS tahun 2019 bisa dilakukan Senin (11/11), namun ...

error: Content is protected !!