Selasa , 19 November 2019
Home / Metropolis / Banyak Sampah Dibiarkan Menumpuk

Banyak Sampah Dibiarkan Menumpuk

MENUMPUK: Kondisi sampah di Jalan Ciliwung Padang Harapan yang merupakan kawasan padat penduduk dibiarkan menumpuk. (foto: wahyu/rb)

BENGKULU – Keberadaan sampah menumpuk di jalan raya kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bengkulu. Lantaran tempat pembuangan sampah liar tersebut terus menjadi keluhan warga sekitar.

“Seringkali menemukan tumpukan sampah dibiarkan berserakan di jalanan. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Masa masalah sampah tak pernah kunjung beres hingga saat ini,” tukas Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi, A.Md, Senin (22/4).

Menurut Hamsi, Komisi I DPRD Kota yang bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) seringkali memberikan saran dan masukan terkait masalah sampah lingkungan harus selalu terjaga bersih. Hal ini demi mendukung program pemerintah Bengkulu BISA (Bersih, Indah, Sejuk, Aman).

“Artinya ketika masih banyak sampah yang menumpuk di lingkungan warga ataupun di sejumlah pasar, tim kebersihan belum bekerja maksimal. Apalagi sejumlah kendaraan armada operasional yang dimiliki saat ini sudah lengkap,” tuturnya.

Selain itu Hamsi menambahkan, masih banyak ditemukannya kondisi sampah yang menumpuk di lingungan warga sekitar, bukti lemahnya kinerja DLH dalam mengawasi petugas kebersihan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja dinas yang lemah.

“Seharusnya dengan masyarakat membayar rutin retribusi sampah kepada petugas, mestinya harus memberikan pelayanan yang baik, dengan selalu rutin petugas kebersihan sampah memungut sampah ada yang tersisa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota, Iswandi Ruslan mengungkapkan, Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan retribusi ataupun sanksi pengelolaan sampah harus benar-benar dijalankan dengan baik. Namun untuk menjalankan hal itu juga harus disediakan fasilitasi dengan sarana dan prasana yang memadai. Sebab bila tidak memadai tentu penerapan Perda Pengelolaan Sampah Kota Bengkulu itu akan sulit dilaksanakan sampai kapan pun.

“TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah kita saja sudah overload kapasitasnya. Sedangkan masyarakat kita setiap harinya itu bisa membuang sampah hasil rumah tangganya mencapai berton-ton. Jadi saya rasa sangat sulit diterapkan Perda itu, kalau sarana prasana yang memadai belum tersedia oleh pemerintah,” jelasnya. (new)

Berita Lainnya

BEI Gelar Sekolah Pasar Modal

BENGKULU – Setelah sukses menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) pada 16 November lalu, Bursa Efek ...

error: Content is protected !!