Jumat , 24 Mei 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Ngorok, Belasan Ayam Petelur Mati

Ngorok, Belasan Ayam Petelur Mati

VAKSIN: Petugas Keswan langsung turun memberikan vaksin dan penanganan terhadap ayam petelor yang diduga terkena penyakit ngorok. (foto: peri/rb)

MUKOMUKO – Petugas kesehatan hewan di Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko akhirnya turun ke lapangan melakukan pengobatan ternak ayam milik warga di Desa Kota Praja, Kecamatan Air Manjunto, Senin (22/4). Hal ini dilakukan setelah adanya laporan belasan ekor ayam petelur milik warga setempat mati. Kuat dugaan akibat terserang penyakit ngorok.

“Laporannya didapatkan pagi tadi (kemarin) dari pemilik ternak. Kami langsung tindaklanjuti dengan mengirimkan beberapa orang petugas kesehatan,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Mukomuko, Warsiman.

Dari hasil pengecekan petugas, kuat dugaan belasan ayam yang mati itu terserang penyakit ngorok. Petugas langsung memberikan pengobatan terhadap ratusan ekor ayam petelur yang masih hidup. Jika terlambat ditangani, tidak menutup kemungkinan bakal banyak ayam petelur itu mati.

Dikatakan Warsiman, penyakit ngorok yang menyerang pada ternak ayam ini ada beberapa penyebab. Mulai dari perubahan iklim panas ke hujan, sanitasi kandang, kebersihan kandang, dan faktor lainnya. Namun dari hasil pemeriksaan petugas di lapangan, ternyata yang melatarbelakangi penyakit ngorok ini diduga karena  kondisi kandang ayam tidak bersih.

“Banyak ditemukan serakan kotoran ayam. Bahkan di sekeliling kandang, becek akibat sanitasi pembuangan air tidak baik. Kalau kualitas kandang sudah mumpuni, hanya kebersihan saja yang tidak diperhatikan,” jelasnya.

Pengobatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan sekarang bukan bersifat permanen. “Agar ayam yang masih sehat tidak terkena penyakit ngorok, caranya dengan menjaga kandang ayam tetap bersih dari kotoran ayam. Serta sanitasi pembuangan air di sekitar kandang harus lancar. Dengan upaya itu ternak ayam petelur bisa terhindar dari ancaman penyakit ngorok atau penyakit mematikan lainnya,” saran Warsiman.(hue)

Berita Lainnya

Mobil Dinas Tak Diizinkan Dibawa Mudik Lebaran

MUKOMUKO – Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH menyatakan mobil dinas (Mobnas) tidak diizinkan dibawa ...

error: Content is protected !!