Sabtu , 21 September 2019
Home / Daerah / Seluma / Pleno PPK Seluma Barat Ricuh, Formulir DAA.1 Plano Double

Pleno PPK Seluma Barat Ricuh, Formulir DAA.1 Plano Double

DIBONGKAR: Terlihat petugas PPK Seluma Barat membongkar satu persatu Formulir DAA1 Plano setelah diprotes oleh saksi parpol dalam rapat pleno, Senin (22/4). (foto : yayan/rb)

SELUMA BARAT – Jalannya pelaksanaan rapat pleno terbuka Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Seluma Barat, sempat diwarnai protes dari saksi parpol yang hadir saat pleno, Senin (22/4). Protes muncul saat saksi parpol menanda tangani Formulir DAA1 plano Desa Tanjung Agung, ditemukan formulir tersebut ganda. Formulir masih kosong itu dalam kondisi sudah ditandatangani saksi parpol dan anggota PPK Seluma Barat. Sontak rapat jadi gaduh. Sebanyak 16 saksi parpol yang hadir meminta agar Ketua PPK Seluma Barat, Sandra membuang Formulir DAA1 plano yang masih kosong tersebut.

Salah seorang saksi, Aswanto dari Partai Demokrat mengatakan dirinya berkeyakinan adanya permainan dari pihak PPK untuk menggelembungkan suara peserta pemilu dengan menggunakan Formulir DAA1 plano kosong tersebut yang merupakan salinan perolehan suara yang diambil dari Formulir C1 dari KPPS.

‘’Kami protes, karena formulir tersebut tidak pernah kami menandatanganinya. Untuk apa formulir kosong itu kalau bukan untuk berbuat curang. Formulir tersebut harus dimusnahkan agar tidak disalahgunakan,’’ tandas Aswanto.

Sejatinya formulir DAA1 plano hanya satu yang dibuat oleh PPK yang merupakan rekapitulasi hasil perolehan suara dari Formulir C1 KPPS. Baik suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPR Provinsi maupun DPRD Kabupaten. Sehingga saat ditemukan formulir DAA1 plano double tersebut menimbulkan kecurigaan akan adanya upaya kecurangan dilakukan oleh PPK Seluma Barat.

‘’Tadi (kemarin,red) telah sampaikan. Kami 16 saksi parpol yang telah diberi mandat oleh parpol agar PPK Seluma Barat membatalkan formulir DAA1 plano tersebut,’’ ujar Aswanto.

Di PPK Seluma Barat sudah 16 TPS dari enam desa yakni Tanjung Agung, Sengkuang Jaya, Lubuk Lagan, Talang Perapat, Talang Tinggi dan Desa Lubuk Lagan yang telah selesai diplenokan dari sembilan desa yang ada di Kecamatan Seluma Barat. Sehingga saksi yang hadir meminta agar PPK membongkar kembali hasil pleno yang telah diselesaikan tersebut untuk membuang formulir DAA.1 plano double.

‘’Jadi ada 80 formulir DAA1 plano kosong yang telah ditandatangani. Sungguh ini kecurangan yang nyata, untuk itu tiga desa yang belum dilakukan pleno yakni Desa Lunjuk, Pagar Agung dan Desa Purbosari, akan kami kawal ketat,,’’ ucap Aswanto.

Ketua PPK Seluma Barat, Sandra mengakui ada kesalahan. Formulir DAA1 double tersebut telah disingkirkan. ‘’Sudah kita musnahkan dengan cara memberi tanda silang pada formulir tersebut dan menyingkirkannya dengan disaksikan semua saksi yang hadir,’’ sampainya.

Pantauan RB, aksi protes saksi parpol ini langsung ditanggapi Polsek Seluma. Terlihat Kapolsek Seluma, Iptu. Jhoni Naibaho turun langsung memantau di lokasi. ‘’Sudah kondusif, kita tidak ikut campur soal itu. Tugas kami hanya mengamankan jalannya proses pleno PPK ini,’’ sampai Jhoni.(aba)

 

Berita Lainnya

Bayar Gaji PPK dan PPS, KPU Janji Lagi

SELUMA – Walaupun masa tugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pemilu ...

error: Content is protected !!