Selasa , 19 November 2019
Home / Metropolis / Waspadai Kelangkaan Sembako Jelang Ramadan

Waspadai Kelangkaan Sembako Jelang Ramadan

Rohidin Mersyah

BENGKULU – Saat Ramadan, harga bahan pokok biasanya melambung tinggi, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat. Mewaspadai kelangkaan Sembako jelang Ramadan, Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA meminta Satgas Pangan Provinsi Bengkulu beserta jajarannya melakukan pengawasan terhadap ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi ekspektasi.

Jika menemukan spekulan yang menumpuk Sembako dan menaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) harus ditindak tegas. Hal ini disampaikan Gubernur usai membuka Rapat Koordinasi Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok Daerah dan Ketersediaan Stock Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Lebaran Tahun 1440 H/ 2019 M, Senin (22/4).

“Yang terpenting komitmen dari semua elemen untuk menjaga kestabilan harga. Maka saya kira Satgas Pangan harus tegas. Kalau dari sisi stok, Bulog menjamin terutama untuk bahan pokok beras, daging dan minyak goreng,” terang Rohidin.

Selain itu, tindak lanjut antisipasi kenaikan harga Sembako Ramadan dan Idul Fitri nanti, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan melakukan operasi pasar. Menyediakan Sembako dalam harga murah dan terjangkau untuk masyarakat. Dimulai Mei 2019 pada minggu pertama Ramadan nanti di 12 titik kabupaten kota. Selain itu akan menyosialisasikan ke pasar modern dan tradisional serta pelaku usaha untuk menjual barang sesuai harga eceran tertinggi.

“Itu kan kegiatan rutin, saya kira operasi pasar dan pasar murah itu kan sifatnya insidentil. Tapi justru organisasi organik fungsional seperti itu yang betul-betul harus melekat, satu bulan puasa itu harus betul-betul dimanfaatkan,” ujarnya.

Staf Ahli Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemendag) RI Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih yang hadir dalam kegiatan itu menerangkan, komitmen Kemendag hingga jajaran Disperindag di level provinsi dan kabupaten bersama Satgas Pangan menjaga stabilisasi harga. “Memastikan kalau stok dan suplai barang itu terjaga. Tidak hanya sebatas barangnya ada tetapi harganya mahal,” jelasnya. (del)

Berita Lainnya

IAIN Bengkulu Terpilih Menjadi Perguruan Tinggi Inovatif se-Indonesia

BENGKULU–  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu sukses meraih kategori Perguruan Tinggi Terinovatif se-Indonesia dalam ...

error: Content is protected !!