Jumat , 15 November 2019
Home / Metropolis / Wawali: Ada Pungli Silakan Lapor!

Wawali: Ada Pungli Silakan Lapor!

SOSIALISASI: Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi bersama tim Saber Pungli Kota Bengkulu melakukan sosialisasi dalam upaya pencegahan Pungli, Senin (22/4). (foto: humas/rb)

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berupaya melakukan upaya-upaya pencegahan korupsi dan Pungutan Liar (Pungli). Salah satunya Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedy Wahyudi meminta agar pelayanan publik di Kota Bengkulu berjalan secara baik dan tanpa Pungli. Masyarakat pun diminta untuk proaktif melaporkan jika terjadi Pungli tersebut.

“Jadi jika ada temuan Pungli silakan laporkan pada nomor yang tertera (082183840728),” tegas Dedy, usai melakukan pemasangan banner bersama Tim Saber Pungli Kota Bengkulu, di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu, Senin (22/4).

Tak hanya bisa melaporkan ke nomor tersebut,  namun Dedy juga mempersilakan masyarakat untuk melapor langsung kepada dirinya. “Masyrakat bisa juga sampaikan langsung ke Inspektorat, maupun Kejari. Karena kita akan terus melakukan upaya pencegahan Pungli,” imbuhnya.

Dedy juga  berharap dengan pemasangan banner ini pelayanan publik di Kota Bengkulu menjadi semakin baik. Tak hanya membentuk Saber Pungli, upaya lain yang telah dilakukan adalah membangun Mall Pelayan Publik (MPP). “Untuk mall tersebut akan menggabungkan semua kepentingan, baik perizinan tanah, paspor, KTP, dan lainnya. Kita akan permudah pelayanan di kota ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kajari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH mengaku pelayanan publik di Kota Bengkulu sudah cukup baik. “Kita akan selalu melakukan upaya untuk meminialisir tindakan Pungli sehingga pelayanan cepat dan baik,” ujarnya.

Seperti diketahui, Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE pernah mengeluarkan Instruksi Nomor 03 Tahun 2018 Tentang Pencegahan Segala Bentuk Korupsi dan Pungutan Liar dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Bengkulu. Selain itu, Walikota Bengkulu juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 472 Tahun 2018 Tentang Peran Serta Masyarakat Kota Bengkulu dalam Pencegahan Korupsi di Lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Dalam surat tersebut Pungli kerap terjadi karena praktik calo dalam pengurusan sesuatu. Karena itu, dia mengimbau masyarakat dapat melakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dijelaskan dalam surat itu, untuk melakukan pencegahan dengan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan manyarakat yang memiliki resiko terjadinya potensi korupsi dan praktik Pungli.

Antara lain yakni proses pengadaan barang dan jasa, pelayanan administrasi kepegawaian dan proses mutasi dan promosi. Kemudian, pelayanan administrasi keuangan, proses perizinan, proses administrasi kependudukan, proses pelayanan administrasi di kecamatan dan kelurahan. Lalu, proses pendidikan, dan pelayanan lainnya yang berpotensi terjadinya korupsi dan pungutan liar. (new)

Berita Lainnya

Batik Besurek Mesti Ikuti Tren Fashion

BENGKULU – Kain batik besurek, kerap menghadapi gempuran kain jenis lain di tengah industri fashion ...

error: Content is protected !!