Sabtu , 21 September 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Beras Dipasok dari Luar Mukomuko

Beras Dipasok dari Luar Mukomuko

MUKOMUKO – Kabupaten Mukomuko dikenal sebagai daerah yang luas areal persawahannya, dan punya Bendungan Manjuto yang diklaim bendungan terbesar di Provinsi Bengkulu. Bahkan bendungan ini diresmikan langsung Presiden Soeharto kala itu. Namun mirisnya, kebutuhan beras di Kabupaten Mukomuko masih dipasok dari luar daerah.

Tidak hanya itu, juga kebutuhan lain, sebagian besar dipasok dari luar Kabupaten Mukomuko. Diantaranya telur, daging ayam dan hortikultura. Ini diungkap Staf Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Hendri Wahyudi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kemarin (23/4).

“Padinya memang ditanam di Bengkulu ini. Lalu gabahnya dijual, dibawa keluar daerah. Lalu masuk lagi berupa beras. Misal beras, dipasok dari Lampung. Karena di Bengkulu tidak punya pengolah yang bagus. Begitu juga daging ayam, telur dari Sumbar,” papar Hendri.

Akibatnya, Kabupaten Mukomuko khususnya dan Provinsi Bengkulu pada umumnya, harus mewaspadai terjadinya peningkatan inflasi dikarenakan meningkatnya harga-harga sejumlah bahan tersebut. Ditambah lagi dengan harga tiket pesawat yang kerap tidak menentu, dan harganya tinggi.

Beberapa komoditas yang perlu diperhatikan terkait potensi peningkatan inflasi, yakni sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Seperti bensin dan angkutan udara. Lalu sektor bahan makanan, seperti beras, daging ayam ras dan hortikultura. Apalagi sudah terlihat gerakan peningkatan harga pada komoditi daging ayam ras, daging sapi, cabai merah, bawang putih dan bawang merah.

“Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau juga harus diperhatikan. Seperti rokok kretek dan rokok kretek filter,” ujarnya lagi.

Namun demikian, inovasi TPID Mukomuko untuk tingkat Provinsi Bengkulu, diapresiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Berada diperingkat kedua setelah Kabupaten Kepahiang.

Empat inovasi yang diapresiasi tersebut, program evaluasi harga Tandan Buah Segar (TBS), program pemantauan kebutuhan pokok, program pemantauan distribusi bahan bakar minyak jenis tertentu dan program penyaluran beras sejahtera.

“Pengendalian inflasi di Bengkulu paling penting di Ramadan dan Desember atau akhir tahun. Untuk akhir tahun ini, terkait tiket pesawat. Yang itu peran pemerintah pusat. Pemerintah daerah, penting sekali perannya saat bulan puasa,” jelas Hendri.

Merespon itu, Asisten II Setdakab Mukomuko, Drs. Novizar Eka Putra mengatakan, tidak menutup kemungkinan Pemkab Mukomuko mendorong digelarnya operasi pasar. Dengan melibatkan Bulog, dan sejumlah BUMN, OPD bahkan BUMD. “Dilaksanakan operasi pasar, yang akan dikelola secara bersama-sama. Ada Bulog, Tim Pangan Daerah dan pihak perbankan,” kata Eka. (hue)

Berita Lainnya

Kekeringan Sawah Terancam Meluas

MUKOMUKO – Kekeringan lahan persawahan di Kabupaten Mukomuko terancam meluas. Sebab aksi rebutan air antar ...

error: Content is protected !!