Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Keuntungan Habis untuk Bayar Utang BUMD

Keuntungan Habis untuk Bayar Utang BUMD

MUKOMUKO – Usaha milik salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Mukomuko, PT. Mukomuko Maju Sejahtera (MMS), berupa usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hingga sekarang, belum menghasilkan keuntungan untuk daerah. Terutama dalam hal penyumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Diklaim pengelola usaha tersebut, Drs. Tusri Yulius, bahwa keuntungan yang diperoleh dari usaha SPBU itu selain dihabiskan untuk operasional perusahaan, juga digunakan untuk membayar tunggakan utang BUMD ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tunggakan utang itu, merupakan peninggalan dari pengelola atau manajemen yang lama. Utang itu, dikatakan Tusri, masih menumpuk tanpa menyebut berapa angka utang yang sebenarnya.

“Setiap bulannya, saya harus mengangsur utang ke BRI sebesar Rp 35 juta. Angsuran itu baru berjalan sekitar 2 tahun selama BUMD kami kelola. Tenggang waktu angsuran ke BRI, selama 6 tahun,” kata Tusri, Selasa (23/4).

Artinya, masih ada waktu selama 4 tahun lagi yang harus ditanggung BUMD untuk membayar angsurannya. Pembayarannya diambil dari keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut. “Angsuran utang itu, kami bayarkan dari hasil keuntungan usaha SPBU di Air Punggur,” ujarnya.

Untuk sekarang ini, masih beruntung utang BUMD yang merupakan peninggalan dari manajemen sebelumnya, masih diberi keringanan dan dapay diangsur bulanan. Pasalnya, jika bank melakukan kebijakan sesuai aturan maka bisa dipastikan, aset milik BUMD yang ada, bisa disita oleh pihak bank.

“Konsekuensinya seperti itu. Selama utang BUMD belum lunas, maka BUMD belum bisa memberikan kontribusi maksimal kepada daerah untuk PAD,” jelasnya.

Jika nantinya utang tersebut lunas, maka hasil keuntungan usaha yang ada, dapat dimasukkan sebagai deviden ke daerah. Selama masih ada utang, maka operasional dan pengoperasian usaha yang ada, masih sangat memerlukan suntikan dana dari Pemkab Mukomuko. Mengingat modal yang ada dan pendapatan yang diperoleh masih digunakan sepenuhnya untuk mengangsur utang.

“Selain SPBU, tidak ada usaha lain yang kami kelola. Fokus pada usaha ini saja dulu. Tapi kalau utang sudah selesai, bisa dipastikan akan ada usaha lain yang potensial untuk dijalankan perusahaan,” tandasnya. (hue)

Berita Lainnya

Empat PR Anggota Dewan Baru

MUKOMUKO – 24 Anggota DPRD Mukomuko periode 2019-2024, Selasa (20/8) dilantik dengan mengambil sumpah janji ...

error: Content is protected !!