Minggu , 26 Mei 2019
Home / Metropolis / Jelang Mutasi, Pejabat Pemkot Dikumpulkan

Jelang Mutasi, Pejabat Pemkot Dikumpulkan

Marjon

BENGKULU – Secara mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, MPd Rabu (24/4) pagi memanggil sejumlah pejabat eselon, II III dan IV Pemkot Bengkulu. Para pejabat tersebut diundang utnuk menghadap Sekda di ruang Gunung Bungkuk. Pemanggilan pejabat tersebut berjalan tertutup, dan diperkirakan terkait dengan rencana mutasi yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan pantauan RB, rapat tertutup yang dipimpin Sekda Kota Marjon, MPd tersebut dihadiri ratusan pejabat eselon II, III, dan IV sekretariat Pemkot yang dimulai sekitar Pukul 09.30 WIB. Bahkan  menurut pengakuan dari beberapa kalangan pejabat, pemanggilan dilakukan Sekda tersebut terkait evaluasi kinerja dan kegiatan program kerja.

“Kita dipanggil hanya evaluasi soal kerja. Pak Sekda meminta kita untuk lebih tingkatkan kinerja juga termasuk evaluasi. Namun dari apa yang disampaikan beliau (sekda) mengarahnya bisa jadi ke situ (mutasi, red). Bagi pejabat yang tidak disiplin kerja, siap dimutasi,” kata salah satu kepala dinas yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.

Sementara itu Sekda Kota Bengkulu, Marjon saat dikonfirmasi menolak kalau pemanggilan para pejabat itu dikaitkan dengan rencana mutasi. Dia mengatakan kalau pemanggilan pejabat tersebut semata-mata evaluasi kenerja dan konsolidasi internal pemerintahan.

“Rapat tadi soal koreksi antar bidang masing-masing, capaian dan termasuk soal pembenahan bila ada kekurangan. Dan kita juga mengingatkan bahwa kita sebagai ASN wajib melayani masyarakat dengan baik,” terang Marjon.

Dikatakan Marjon, per triwulan ini wajib dilakukan evaluasi menyeluruh demi kemajuan program Pemkot yang lebih baik. “Intinya kinerja ASN akan terus dilakukan evaluasi. Ya kita akan terus melihat capaian kinerja program yang ada,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi, AMd  mengatakan, pihaknya mendukung penuh terkait evaluasi kinerja para pejabat pemkot tersebut. Salahsatunya agar walikota segera memerintahkan sekda untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh pejabat pemkot tanpa terkecuali. Bahkan bila perlu kinerja Kepala OPD yang tidak maksimal masuk dalam daftar “kotak” alias dicopot.

“Kita setuju bila walikota untuk segera mengevaluasi dan mencopot pejabat-pejabat yang kinerjanya kurang baik itu. Dan Sekda harus terus melakukan memonitoring terhadap kinerja OPD-OPD yang lambat. Artinya banyak orang-orangnya yang tidak mampu itu harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh, demi kepentingan pemerintah yang lebih baik,” jelas Hamsi.(new)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!