Kamis , 23 Mei 2019
Home / Liputan Khusus / PLTP Hulu Lais Hasilkan 110 Mega Watt Listrik

PLTP Hulu Lais Hasilkan 110 Mega Watt Listrik

 

DITARGETKAN  awal tahun 2019 ini Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hulu Lais di Kabupaten Lebong akan dibangun. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahyan Endu menjelaskan, kalau saat ini Pemprov tengah mendorong pembebasan lahan masyarakat yang menjadi lokasi pembangunan PLTP tersebut. Dari PLTP itu akan dihasilkan listrik 2×55 megawatt.  Atau sebanyak 110 megawaatt dari kebutuhan listrik se Provinsi Bengkulu di beban puncak sebesar 160  megawatt. Dalam artian dari PLTP ini, mampu menghasilkan hingga 80 persen kebutuhan listrik se Provinsi Bengkulu.

Dia menjelaskan, saat ini sudah ada kesepakatan dengan masyarakat yang lahannya akan dijadikan lokasi pembangunan PLTP itu. Hanya saja sesuai aturan pembebasan lahan itu harus melalui tim appresial atau penilai dari jasa konsultan publik.

Kemudian jika proses pembebasan lahan ini berjalan dengan lancar, tinggal lagi proses pembangunan pembangkit di tahun 2019. Sehingga tahun 2020 PLTP ini akan bisa dioperasikan. “Karena daya yang besar dihasilkan, nanti bisa di distribusikan ke provinsi lain. Sebab Bengkulu sudah masuk dalam interkoneksi Sumatera Selatan,” katanya.

Dia mengatakan listrik 110 megawatt tersebut akan dialirkan ke gardu induk. Ditambah lagi dengan listrik lain yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenga Gas Bumi. Sehingga secara kuota atau kapasistas listrik, Provinsi Bengkulu mengalami kelebihan.

“Nanti bisa berlebih dari sisi daya  lebih dari yang dibutuhkan. Kita sudah interkoneksi ke sumatera selatan. Nanti listriknya masuk gardu induk untuk didistribusikan ke tetangga,” katanya.

Pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU) juga saat ini sudah siap beroperasi. Tinggal lagi pengelolanya untuk mengoperasikan pembangkit tersebut. “Pabriknya sendiri yang belum siap. Pembangkitnya yang membangun PLN,” tutupnya.

Dia menjelaskan, untuk pembebasan lahan itu tengah diurus oleh Asisten I bersama dengan bidangnya. Namun Pemprov berharap nantinya tidak ada kendala dari masyarakat dalam melepas lahan tersebut. Sebab PLTP ini merupakan kebutuhan warga secara keseluruhan. Jika ini nanti beroperasi, maka listrik Bengkulu akan aman. Jauh dari pemadaman karena kurangnya daya listrik. “Kita berharap tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan PLTP ini,” katanya. (ade)

Berita Lainnya

Masuk Top Event Nasional

FESTIVAL Bumi Rafflesia merupakan Event tahunan skala internasional yang telah masuk sebagai salah satu Top ...

error: Content is protected !!