Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Polisi Amankan 20 Jerigen Tuak

Polisi Amankan 20 Jerigen Tuak

TERJEBAK: Kanit Pidum Ipda. Priyanto menunjukan mobil yang terjebak lumpur mengangkut 20 jerigen tuak. (foto: rio/rb)

PINO – Mendapat laporan dari masyarakat Kecamatan Pino Masat soal tuak, Polres Bengkulu Selatan (BS)  langung bergerak cepat. Hasilnya, sebanyak 20 jerigen tuak dan bersama barang bukti (BB) 1 unit mobil APV warna putih berhasil diamankan.

Diduga BB mobil APV itu milik SA (35) warga Ulak Lebar Kecamatan Pino yang terjebak di lumpur saat pengejaran Kamis (25/4).

Kapolres BS AKBP. Rudy Purnomo, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP. Enggarsah Alimbaldi, SH, S.IK, didampingi Kanit Pidum Ipda. Priyanto mengatakan berdasar laporan dari masyarakat bahwa peredaran tuak sangat meresahkan warga sekitar.

Dari laporan itu papar Kasat, anggota Reskrim langsung bergerak cepat serta menyelidiki siapa pemasok tuak ke Kecamatan Pino. Alhasil, pada Rabu malam (24/4) pukul 10.00 WIB, anggota Reskrim menemukan mobil menganngkut tuak ke wilayah Pino di Kecamatan Pino Raya.

Saat itu, anggota sempat terjadi kejar-kejaran bersama pemilik tuak di jalan lintas Pino Raya. Tetapi anggota Reskrim kehilangan jejak saat pengejaran, karena mobil yang dikejar masuk kebun sawit.

Polisi tak ingin menyerah dan pada Kamis kemarin warga melaporkan bahwa ada satu unit mobil yang terjebak di kebun sawit yang berlumpur. Kasat Reskrim dan anggota lansung mendatangi TKP.

Benar saja mobil APV itu adalah mobil yang membawa 20 jerigen tuak, yang dikejar sebelumnya. Dari penemuan itu, Reskrim hanya amankan mobil dan 20 jerigen tuak. Sementara sang pemilik yang diduga SA warga Ulak Lebar sudah kabur meninggalkan tuak dan mobilnya.

‘’Sebelumnya tim kami sempat mengejar terduga pemilik tuak. Tapi sempat kehilangan jejak. Tapi kita berhasil mengamankan Barang buktinya di kebun sawit milik warga di desa belakang Kompi Ulak Lebar, Pino,” terang Kasat Reskrim.

Dari keterangan warga selama ini banyak anak-anak usia sekolah yang bolos sekolah, menjual beras orang tuanya lantaran ingin membeli tuak untuk mabuk. “Memang benar banyak sekali anak sekolah bolos. Ironisnya mereka ini mabuk tuak,” demikian Kasat Reskrim.(tek)

Berita Lainnya

Ada Oknum Minta Bayaran, Laporkan

KOTA MANNA –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) mengimbau masyarakat untuk melapor bila ada ...

error: Content is protected !!