Sabtu , 21 September 2019
Home / Metropolis / Terapkan Financial Teknologi di Birokrasi

Terapkan Financial Teknologi di Birokrasi

KERJA SAMA: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Wimboh Santoso menandatangani MoU kerja sama antara OJK dan Unib. Disaksikan oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, dan Rektor Unib, Dr. Riduan Nurazi, SE, M.Sc. (foto: media centre pemprov/rb)

BENGKULU – Perkembangan ilmu tekhnologi saat ini sudah tidak terbendung lagi. Seingga pemerintah dan swasta termasuk sumber dayanya dapat menggunakan teknologi atas tidak tergilas kemajuan zaman. Sebab segala sesuatunya saat ini sangat tergantung dengan teknologi. Teknologi tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau mau jujur, hidup kita sekarang sudah tergantung dengan tekhnologi. Untuk itu bagaimana kita memanfaatkan tekhnologi itu untuk pembangunan bangsa,” terang Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, saat mengisi Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalies Universitas Bengkulu (Unib) ke-37, di ruang Rapat Utama Gedung Rektorat Unib kemarin Kamis (25/4).

Dilanjutkannya, penggunaan teknologi bagus diterapkan untuk pembangunan daerah. Pembangunan sarana dan prasarana serta infrastrukur yang ada. “Kita tinggal masukan bagaimana mengoptimalkan kehadiran itu semua. Diantaranya dengan menggunakan teknologi, potensi daerah itu besar sekali,” ujarnya.

Di bidang financial atau keuangan, di Provinsi Bengkulu ini sudah ada Bank Bengkulu yang menurutnya sangat tepat untuk digunakan tekhnologi dalam pengelolaan keuangan dan operasionalnya.

“Sehingga nanti orang tidak perlu lagi datang ke Bank. Karena dengan teknologi dapat melalui link. Sehingga tujuannya nanti nggak usah pake cash, namun pake cashles, itu akan cepat dan aman,” jelasnya.

Jika semuanya menerapkan teknologi maka dirinya berharap, ke depannya Bengkulu akan menjadi daerah percontohan pembangunan dengan tekhnologi. Memang menerapkan hal tersebut ada kendala. Sehingga amsyarakat harus diedukasi tentang teknologi, untuk risiko cyber akan ditangani secara nasional.

“Itulah kami pilih Bengkulu, karena Bengkulu itu lebih gampang untuk ditingkatkan. Semuanya terakses dan masyarakatnya sudah terkonek dengan internet, jadi lebih gampang,” sebutnya.

Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA yang hadir dan menjadi keynote speaker mengatakan, penerapan Fintech (financial tekhnologi) dalam birokrasi pemerintahan itu harus dilakukan. Saat ini, ungkapnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menerapkan teknologi dengan sistem online. Seperti pembayaran pajak online, sistem pendapatan secara online, disamping itu mendorong teknologi perbankan sehingga dapat diakses masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Tentu kita harus mengikuti perkembangan dunia teknologi itu. Kalau tidak kita ikuti, maka kita akan tertinggal dan akan tergilas” tegas Rohidin.(del)

Berita Lainnya

Tak Lunasi PBB, TPP Ditahan

BENGKULU – Hingga saat ini sudah ada 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah ...

error: Content is protected !!