Kamis , 23 Mei 2019
Home / Berita utama / Evaluasi Perusahaan di Hulu Sungai

Evaluasi Perusahaan di Hulu Sungai

GOTONG ROYONG: Relawan dari Wahana Muda Indonesia (WMI) Bengkulu membersihkan SDN 89 Kota Bengkulu setelah terendam banjir beberapa waktu lalu. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah mengatakan setelah fase tanggap darurat selesai maka Pemprov Bengkulu bersama pemkab/pemkot akan mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan daerah hulu sungai. Mendalami terkait dengan kinerja dokumen lingkungan, perizinan termasuk proses reklamasi pasca tambang.

“Untuk tindakan setelah bencana setelah fase tanggap darurat selesai. Langkah yang perlu diambil pemprov bersama pemkot/pemkab. Pertama kita akan Mengevaluasi kinerja lingkungan terhadap perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan daerah hulu sungai,” kata Rohidin.

Selanjutnya, yang kedua, sambung Rohidin, memastikan bahwa arus sungai atau badan sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak terjadi penyempitan. Hal ini juga tentu membutuhkan penataan ruang terutama yang melewati pemukiman. Lantaran di daerah hilir terutama di Sungai Muara Bangkahulu Kota Bengkulu sebagai kawasan terdampak paling berat dalam kondisi kejadian banjir kemarin. Pemprov sendiri sudah menyusun DED terkait penataan Sungai Muara Bangkahulu karena terjadi pendangkalan yang kuat di muara sungai.

“Ini juga sudah dibicarakan dengan kementerian PUPR melalui dirjen SDA. Dan alokasi anggaran tahun ini akan dploting untuk Bengkulu. DAS-DAS di kabupaten lain juga harus mengikuti hal ini,” bebernya.

Kemudian, lanjutnya, memastikan serapan air jangan sampai hilang. Khususnya di Kota Bengkulu perumahan yang terdampak banjir berada dilekukan yang selama ini merupakan daerah penampungan air. Rohidin juga meminta walikota/bupati se Bengkulu ketika mengeluarkan izin untuk pengembang perumahan harus betul-betul memperhatikan tata ruang dan standar –standar teknis pembangunan kawasan perumahan. Begitu juga keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), drainase, dan kesesuaian peruntukan lahan harus diperhatikan.

“Ini akan kita dibicarakan khusus dengan pengembang agar memperhatikan sistem drainase bagi perumahan yang sudah dibangun sesuai kaidah standar lingkungan. Keempat poin itu harus menjadi komitmen kita bersama untuk penanganan bencana lebih baik,” imbuhnya. Selain itu, Rohidin juga akan memanggil pihak PLTA Musi di Kepahiang untuk memastikan agar tanggul dan pola penampungan tidak menyebabkan banjir di daerah hilir.

Pemulihan Infrastruktur

Sementara itu penanganan darurat bencana pada sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu hingga kini masih berlangsung. Selain upaya pencarian korban hilang, Rohidin meminta agar korban terdampak bisa tertangani termasuk infrastruktur yang rusak. Juga sudah menginstruksikan dinas dan instansi terkait agar segera mendata dan menyajikan data secara faktual.

“Saat ini sedang dilakukan identifikasi dan penghitungan. Pada infrastruktur yang rusak berat seperti jembatan, dan jalan yang merupakan akses ekonomi masyarakat, akses konektivitas yang  vital kita harapkan segera dilakukan perbaikan,” terang Rohidin yang meninjau langsung jembatan yang hancur di desa Rajak Besi Kabupaten Bengkulu Tengah didampingi sang isteri, Rabu (1/5).

Rohidin mengapresiasi penanganan pasca banjir dan longsor yang dilakukan relawan, sinergi BNPB serta Basarnas dan juga lintas instansi. Ketika berkunjung ke posko terpadu di Kecamatan Pagar Jati Bengkulu Tengah, dirinya mendapati tim psikologi dan tim kesehatan sedang lakukan pelayanan kepada masyarakat. Di lokasi ini Rohidin juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal terdampak bencana. Perhatian pemerintah untuk pemulihan ekonomi juga akan dilakukan.

“BNPB, Kementerian PU menteri BUMN, menteri sosial datang memberikan bantuan serta berkomitmen untuk pemulihan pasca bencana, termasuk pemulihan ekonomi masyarakat,” jelas Rohidin.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Bengkulu per 01 Mei 2019, korban meninggal dunia 30 orang. Sedangkan kerusakan infrastruktur jalan, terdapat 48 titik tersebar, paling banyak di Kabupaten Kaur yakni 22 titik rusak berat dan 11 rusak ringan. Jembatan rusak berat terbanyak di Bengkulu Utara sejumlah 17 jembatan disusul Bengkulu Selatan dan Kaur masing-masing 7 jembatan rusak berat. Banjir juga merusak sejumlah jaringan irigasi.

“Kerusakan infrastruktur masih diidentifakasi dan dihitung. Termasuk kalkulasi kerugian ekonomi masyarakat. Ini semua diidentifikasi dan harapannya jelas pemulihan ekonomi masyarakat. Kita tumbuhkan harapan dan semangat ini,” tutur Rohidin.

Batas Tanggap Darurat

Sementara itu Sekdaprov Nopian Andusti mengatakan hari ini kembali akan digelar rapat koordinasi untuk menentukan batas status tanggap darurat bencana di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, tanggap darurat tidaklah berbatas karena pada prinsipnya tanggap darurat ini yang pertama adalah evakuasi dan penyelematan korban, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, minum, pakaian, air bersih, obat-obatan, dan terbukanya akses masyarakat yang sebelumnya sempat terisolir.

“Kita pastikan besok (hari ini, red). Setelah itu ada masa transisi pemulihan seperti sakit, psikis, dantrauma. Disamping itu ada infrastruktur rusak seperti sekolah yang terdampak butuh perbaik. Begitu juga untuk jalan dan jembatan,” pungkas Nopian.

Dukung Evaluasi Tambang

Sementara itu, bersih-bersih pascabanjir terus dilakukan. Bukan hanya warga yang korban banjir. Tetapi juga dibantu komunitas-komunitas atau organisasi masyarakat. Diantaranya Wahana Muda Indonesia (WMI) yang membantu membersihkan SDN 89 Kota Bengkulu.

Aktivis WMI Bengkulu, Rahmat Saputra menyayangkan terjadinya banjir di Kota Bengkulu. Apalagi penyebabnya diduga karena kerusakan hutan lahan di kawasan hulu. Dia  berharap pemerintah segera mengevaluasi pertambangan. Termasuk HGU. “Kalau ada yang melanggar aturan, kami sangat mendukung agar dicabut izinnya,” kata Rahmat.

WMI Bengkulu selain bergerak membantu pemulihan pascabanjir, mereka juga melakukan investigasi terkait penyebab banjir di wilayah Provinsi Bengkulu. “Setelah investigasi, kami rencananya akan menggugat. Terutama perusahaan pertambangan yang terindikasi melakukan pengrusakan,” tukas Rahmat.(key)

Berita Lainnya

Balon Wagub Bertambah

BENGKULU – Bukannya mengerucut menjadi dua nama, akan tetapi bakal calon (balon) Wakil Gubernur bertambah ...

error: Content is protected !!