Selasa , 16 Juli 2019
Home / Breaking News / 1.500 Pesepeda Ikut Tour De Bencoolen

1.500 Pesepeda Ikut Tour De Bencoolen

Yuliswani

BENGKULU – Provinsi Bengkulu menggelar event internasional untuk mempromosikan wisata pertengahan tahun ini. Sedikitnya 1.500 pesepeda profesional dan juga komunitas lokal dan mancanegara akan meramaikan kegiatan Tour De’ Bencoolen yang dihelat mulai 28-31 Juni mendatang.

Untuk mematangkan kegiatan tersebut, Senin (22/4) digelar rapat panitia besar Tour De’ Bencoolen di Pola Bappeda Pemda Provinsi Bengkulu. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman mengatakan, antara peserta komunitas sepeda dengan profesional, jalurnya berbeda. Untuk profesional yang ditargetkan diikuti oleh 100 pebalap sepeda atau 20 tim akan melewati jalur Kaur, Manna dan Seluma, Kota Bengkulu finish di Kepahiang.

Sedangkan peserta komunitas, jalur tempuhnya sedikit lebih singkat, dari Kota Bengkulu hingga ke Kepahiang. “Tour De’ Bencoolen ini diawali launching oleh gubernur terhadap spot tourism yang ada di Provinsi Bengkulu. Event itu kerja sama dengan pengurus besar (PB) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI),” terangnya.
Atisal menjelaskan, PB ISSI siap mendatangkan komunitas pebalap sepeda lokal berjumlah 500 orang yang berada di bawah naungan mereka.

Ditambah lagi komunitas pebalap sepeda luar negeri. Kemudian penggiat sepeda Bengkulu juga akan mengikut sertakan anggota mereka yang berjumlah 500 orang. Dalam kegiatan ini Pemda Provinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kota supaya mendukung penuh kegiatan ini di tiap etave.
Setiap kabupaten yang dilalui pebalap, Pemkab menyediakan gladiner, kuliner khas kabupaten kota, kemudian pentas seni dan juga lokasi wisata yang bisa dituju oleh para pebalap. “Surat itu sudah disampaikan gubernur ke masing-masing bupati terkait dengan kegiatan yang dilewati ini. Insya Allah para bupati juga paham,” terangnya.

Dampak kegiatan ini Bengkulu akan lebih dikenal oleh pihak luar. Terutama sejumlah destinasi wisata yang akan dilintasi Tour De’ Bencoolen. Dinas Pariwisata harus benar-benar kreatif dalam menjual kegiatan ini, sebab Dispora hanya pelaksana. “Kita berbagi tugas membooming-kan kegiatan ini dalam skala internasional, terutama oleh Dinas Pariwisata dan Infokom. Targetnya, pariwisata dan ekonomi masyarakat terangkat. Hotel akan penuh, tiket penerbangan akan dibeli, kuliner akan laku dibeli orang,” terang Atisar.
Untuk menyukses event skala internasional ini, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) menyatakan siap untuk memperbaiki jalan rusak di rute yang dilewati pebalap.

Khususnya Seluma, Manna dan Benteng. “Mudah-mudahan bulan lima selesai, bulan 6 (Juni) sudah bisa dilewati. Kalau semuanya satu hati kendalanya tidak ada. Kalau anggaran kita bagi-bagi,” terangnya.
Asisten II Pemda Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan, masing-masing Dispora kabupaten/ kota memiliki tanggung jawab di daerah masing-masing yang dilalui kegiatan ini. “Kita sudah sampaikan ke Satker Jalan Nasional untuk dapat menyelesaikan lintasan yang akan dilalui peserta. Memang sudah dijanjikan Kepala Balai akan mensupport kegiatan ini.

Mudahan apa yang dijanjikan dilakukan,” harap Yuliswani.
Direc Director Tour De’ Bencoolen yang juga Kepala Bidang Perlombaan PB ISSI, Sondi Sampurna mengatakan kegiatan ini merupakan event pertama di Bengkulu yang akan menjadi icon bagi masyarakat Bengkulu. Selama ini masyarakat nasional dan internasional belum begitu mengenal Bengkulu. Tidak ada hal yang bisa ditunggu selain hari besar lebaran dan puasa. Kegiatan ini sebuah harapan yang ditunggu masyarakat supaya Bengkulu menjadi ramai dan lebih dikenal.

“Sebuah mimpi memang tapi bukan menjadi hal mustahil, sehingga ada suatu aktivitas keramaian ekspos potensi daerah. Dengan Tour De Bencoolen ini yang akan dijadikan icon, baik itu Raflesianya, Benteng Marlbrough, Pantai Panjang yang akan semakin dikenal dunia. Sehingga orang mengenal Bengkulu, potensinya apa,” terangnya.
Dengan adanya Tour De Bencoolen ini kita potensi Bengkulu akan diekspos semuanya. Ada kebun teh Kepahiang, kopi yang demkian enaknya. Bayangkan kalau di Bengkulu dunia tahu ada kopi dan teh yang hebat. Ini tujuan promosi investasi kedepannya meningkatkan potensi Bengkulu,” terangnya.

Memang event pertama selalu sulit. Karena orang selalu menunda untuk mendaftar menjadi peserta sehingga akhirnya terlambat. Di event ini akan dicoba dulu, yang penting berjalan lancer, semua terlaksana dan tamu serta peserta senang. “Event tak usah lama tiga hari cukup. Kita belajar menjadi tuan rumah event nasional dulu. Kita buat segampang dan serapi mungkin,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Surati KPK, Awasi Pilwagub

BENGKULU – Pemilihan wakil gubernur Bengkulu (Pilwagub) akan segera dilangsungkan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi ...

error: Content is protected !!