Selasa , 21 Mei 2019
Home / Berita utama / Masuk Top Event Nasional

Masuk Top Event Nasional

FESTIVAL Bumi Rafflesia merupakan Event tahunan skala internasional yang telah masuk sebagai salah satu Top 100 Wonderful Indonesia. Event ini beranjak dari perjalanan sejarah Provinsi Bengkulu yang unik dan menarik, sebagai mata rantai warisan kekayaan bangsa Indonesia, dengan ditandai adanya peninggalan sejarah berupa Benteng Marlborough, Makam
Sentot Alibasyah serta Rumah Pengasingan Bung Karno,bahkan lebih unik lagi, yang tidak ada di daerah lain, yakni adanya Bunga Rafflesia sebagai salah satu puspa langka Indonesia dan seni tradisi serta budaya lokal yang bisa menggelitik wisatawan untuk datang ke Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu Provinsi Bengkulu mengenalkan produk Bumi Rafflesia melalui event ini dengan menitik beratkan potensi budaya dan industri kreatif yang diharapkan menjadi kekuatan berbeda dan bisa meningkatkan daya saing destinasi wisata Bengkulu menuju Visit Wonderful Bengkulu 2020 dengan tema “Lestari Budaya, Mendunia Bumi Rafflesia”.

Selain menampilkan pameran berbagai produk andalan Bengkulu, potensi daerah dan potensi investasi dengan mengundang berbagai investor, berbagai kegiatan juga dilaksanakan memeriahkan Festival Bumi Rafflesia, seperti Festival Kopi, Festival Kuliner, Inafact, Kompetisi Seni Lukis, Pagelaran Seni Budaya, Kampung Besurek.

**Festival Tabut
Acara tahunan Tabut Bengkulu yang sudah ada sejak 1685 telah masuk ke dalam kalender 100 Calender of Events (CoE) Wonderful Indonesia. Acara yang pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo ini masyarakat memiliki satu upacara unik yang selalu diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru Islam yang akan
mengembalikan ingatan masyarakat kita pada masa perjuangan dan kepahlawanan serta kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid (kaum Khawarij) di Padang Karbakala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M). Menurut cerita dan sejarah, Husain kalah dan gugur dalam pertempuran
di Karbala dengan tangan dan kepala yang terpisah dari badan. Ketika tubuh Husain ditemukan kembali oleh para pengikutnya, tubuhnya diangkat oleh sebuah bangunan yang muncul secara tiba-tiba. Menurut cerita dan sejarah, bangunan yang dimaksud tampak sangat menawan dan indah. Tabut yang digunakan dalam upacara ini berupa suatu bangunan bertingkat-
tingkat seperti menara masjid, dengan ukuran yang beragam dan berhiaskan lapisan kertas warna warni. Masyarakat Bengkulu percaya jika perayaan ini tidak diselenggarakan maka akan terjadi musibah atau bencana. Oleh karena itu, Festival Tabut selalu diselenggarakan dengan serangkaian kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal.

Pelaksanaan Festival dan Ritual Tabut ini akan berlangsung selama sepuluh hari (dari tanggal 1—10 Muharam), mulai dari satu hingga sepuluh Muharam. Upacara Tabut ini mengandung aspek ritual dan non-ritual. Aspek ritual hanya boleh dilakukan oleh keluarga keturunan tertentu yang dikenal dengan Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu yang dipimpin oleh sesepuh keturunannya langsung, serta memiliki ketentuan-ketentuan khusus dan norma-norma yang harus ditaati oleh mereka. Sedangkan acara yang non-ritual dapat diikuti oleh siapa saja. (key)

Berita Lainnya

Parpol Pengusung Belum Kompak

BENGKULU –  Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri mengatakan hari ini (21/5) merupakan batas akhir ...

error: Content is protected !!