Jumat , 18 Oktober 2019
Home / Berita utama / Besaran THR PNS Baru Bergantung SPMT

Besaran THR PNS Baru Bergantung SPMT

ABDI NEGARA: PNS baru Pemprov saat menerima SK pada Maret lalu di Gedung Serba Guna Pemprov. (foto : ist/rb)

BENGKULU – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke 13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru hasil seleksi CPNS tahun 2018 berpotensi tidak merata. Pasalnya, hal itu bergantung pada sejauh mana proses administrasi yang dilakukan di masing-masing instansi penerima.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, sebagaimana gaji, pemberian THR juga bergantung pada TMT (terhitung mulai tanggal) dan SPMT (surat pernyataan melaksanakan tugas). Jika kedua administrasi tersebut sudah keluar, maka hak keuangan sudah bisa disalurkan.

“Jika TMT dan SPMT sebelum 24 Mei 2019, maka dapat THR dan gaji ke-13,” ujarnya kepada Jawa Pos,  Minggu (12/5).

Soal berapa instansi yang belum menyelesaikan TMT dan SPMT, Ridwan belum bisa menjabarkan. Pasalnya, SPMT sendiri bergantung pada kebijakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di setiap instansi. Yakni Menteri di instansi kementerian, dan kepala daerah di instansi pemerintah daerah.

Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan landasan hukum sekaligus petunjuk teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya tahun 2019. Hal itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PM) Nomor 58/PMK/05/2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian THR Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit dan pensiunan.

Di situ dijelaskan, besaran THR yang diberikan kepada PNS meliputi meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja. Sementara bagi pensiun PNS, besaran THR meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan.

“Penghasilan sebagaimana dimaksud tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 3 ayat 13 PMK tersebut.

Sementara untuk waktu pencairannya, PMK tersebut mewajibkan THR untuk PNS dan pensiunan wajib dibayarkan paling cepat sepuluh hari kerja sebelum tanggal Hari Raya. Dengan demikian, jika hari raya jatuh pada tanggal 5 Juni 2019, maka THR baru bisa dibayarkan pada Senin 27 Mei 2019.

Ketentuan waktu tersebut sedikit berbeda dengan apa yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin. Sebelumnya, dalam rapat terbata di Kantor Presiden, Syafruddin menyebut pencairan THR dilakukan pada 3 Mei 2019.

Tinggal Tunggu Teknis Pencairan

Pembayaran PNS dan CPNS Pemprov Bengkulu tinggal menunggu teknis pencairan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu Hj. Noni Yuliesti mengatakan saat ini peraturan pemerintah (PP) tentang pembayatan THR PNS ini sudah keluar. Namun dalam PP tersebut masih dibahas peraturan turunan untuk pencairan THR ini. “Pada prinsipinya kita sudah siap mencairkannya. PP sudah ada tinggal menunggu final hari ini seperti apa keputusannya dari pemerintah pusat,” terangnya.

Hari ini akan ada pertemuan antara Kementerian Keuangan, Kemendagri dan Kemenpan untuk membahas teknis pembayaran THR untuk PNS dan CPNS ini. Setelah informasi ini keluar maka tidak ada permasalahan untuk pembayarannya. “Kalau bayar THRnya tetap pakai DAU, kan sudah dianggarkan dalam APBD kita. Jadi tidak ada permasalahan lagi,” terangnya.

Besaran THR yang diberikan pada PNS sama seperti tahun lalu, yakni gaji pokok dan tunjangan yang melekat. Kemudian juga untuk CPNS sesuai dengan gaji yang diterimanya. “Kalau total anggarannya pokok sudah tersedia,” terangnya.(del)

Berita Lainnya

Wujudkan SDM Unggul, AHM Gelar Kompetisi Siswa dan Guru SMK se-Indonesia

JAKARTA- PT Astra Honda Motor (AHM) menguji keterampilan siswa serta para guru Sekolah Menengah Kejuruan ...

error: Content is protected !!